Oleh: Ahmad Makki Hasan*)

Tanggal 23 Juli mendatang warga Jatim akan menggunakan hal pilihnya dalam menentukan gubernur dan wakil gubernur untuk periode 2008-2013. Bagi rakyat Jatim tentunya ini pertama kali untuk memilih gubernur dan wakil gubernur secara langsung. KPUD Jatim telah menetapkan lima pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur. Situasi politik kian  memanas seiring berlangsungnya masa kampanye yang dimulai sejak 6 Juli lalu.

Tanpa kita sadari bersama bahwa salah satu alasan munculnya gagasan digelarnya pilkada secara langsung lantaran adanya pembajakan kekuasaan dari rakyat oleh sebagai wakilnya di DPR/DPRD, kemudian bagaimana dengan sekarang yang ternyata tidak terlampau jauh karena mekanisme partailah yang saat ini menjadi penentu. Bahkan para kepala daerah seakan tidak memiliki otoritas penuh untuk mengabdi kepada rakyatnya. Mereka seolah-olah tangan kanan atau bahkan boneka sebuah partai politik tertentu.

Hal itu tidak pada dipungkiri lagi ketika ada desakan bagi kepala daerah tingkat kabupaten/kota untuk turut mengkampanyekan salah satu cagub dan cawagub . Merupakan permainan halus tentunya dari partai-partai besar agar dapat mendongkrak konstituennya. Partai politik yang dulu berhasil menghantarkan mereka pada posisi tertentu dalam pilkada di tiap-tiap daerah kabupaten/kota, sekarang gilirannya mereka meminta balik untuk ikut serta memenangkan cagub-cawagub jagoan dari partai politik yang sama. (more…)

Oleh: Ahmad Makki Hasan*)

Judul : Pendidikan Transformatif
Penulis : Musthofa Rembangy, M.Si.
Penerbit : Teras - Yogyakarta
Cetakan I : April - 2008
Tebal : xxxvi + 241 halaman

Dinamika esensi keberadaan pendidikan di tanah air selama ini, terasa tidak lebih dari apa yang disebut dengan “pabrik intelektual”. Sehingga hakikat pendidikan sejatinya seakan terabaikan begitu saja. Mengidentifikasikan bahwa dunia pendidikan kita telah mengalami pergeseran dari nilai-nilai luhurnya. Digantikannya dengan produk-produk egoisme diri dan kebinatangan yang semakin serakah, tidak adil dan hampa akan nilai-nilai filosofis. Aksentuasinya terletak pada pembentukan wawasan para intelektual yang hanya terjebak pada nilai-nilai kehidupan yang kering akan moralitas dan etika dalam kehidupan bermasyarakat.

Asumsi itu tidak lain didasarkan adanya beragam fakta yang menunjukkan bahwa di segala jenjang dan bidang kehidupan di negeri ini mengalami krisis filosofi hidup. Mereka yang terdidik justru menjadi koruptor sedangkan mereka yang tidak terdidik malah menjadi maling. Ada pula golongan yang kebingungan, lalu menjadi tukang pengisap sabu-sabu dan terjerumus pada narkoba. Padahal tujuan pendidikan sebenarnya adalah melahirkan individu-individu yang merdeka, matang, bertanggungjawab dan peka terhadap permasalah sosial di lingkungan sekitarnya. (more…)

Oleh: Ahmad Makki Hasan*)

Judul : Wawasan Pendidikan (Sebuah Pengantar Pendidikan)
Penulis : Suparlan Suhartono, Ph.D.
Penerbit : Ar-Ruzz Media - Yogyakarta
Cetakan I : Maret - 2008
Tebal : 158 halaman

Perbincangan seputar pendidikan memang tidak akan pernah sampai pada titik finish. Perkembangan dunia hingga kini jelas tidak dapat dilepaskan begitu saja dengan pendidikan. Tak heran ketika ada kalimat yang menyebutkan bahwa dengan pendidikan yang maju niscaya akan maju pula bangsa itu. Sebaliknya ketika pendidikan di suatu bangsa tidak berkembang maka dapat dipastikan bangsanya terbelakang. Pendidikan sebagai akar dan hakikat kehidupan manusia dan bertujuan memfasilitasi pencapaian tujuan kehidupan manusia itu sendiri.

Selama manusia masih ada, perdebatan tentang pendidikan akan tetap eksis yang selalu berkembang. Permasalahan-permasahan kependidikan mulai dari tingkat filosofis hingga keilmuan akan menjadi nafas manusia. Karena itu, tanpa disadari ada sebuah tanggung jawab untuk mengetengahkan apa dan bagaimana pendidikan sejati itu seharusnya di konstruksi. (more…)

Oleh: Ahmad Makki Hasan*)

Gubenur Jatim, Imam Utomo, akhirnya menyatakan akan mengijinkan bupati atau walikota dan para wakilnya untuk ikut mengkampanyekan calon gubernur dan calon wakil gubernur yang akan bertarung pada pilkada Jatim 23 Juli mendatang. Meski pemprov Jatim hingga kini belum mengetahui dasar hukum cuti mengenai hal ini (Kompas Jatim, 2/6/’08).

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa desakan untuk berkampanye merupakan permainan halus dari partai-partai besar. Partai politik yang dulu berhasil menghantarkan pada posisi tertentu dalam pilkada di tiap-tiap daerah kabupaten/kota, sekarang gilirannya mereka meminta balik untuk ikut serta memenangkan cagub-cawagub jagoan dari partai politik yang sama. Mengingat situasi politik pilkada di Jatim kian terus memanas. Sehingga teramat sayang mungkin bagi partai politik ketika kesempatan dibuang-buang begitu saja. (more…)

Oleh: Ahmad Makki Hasan*)

Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) seakan menjadi tolak ukur baru kemajuan pendidikan di tanah air. Saat ini telah banyak bermunculnya beberapa sekolah yang tergolong SBI dalam berbagai jenjang pada setiap daerah di seluruh Indonesia. Program rintisan SBI ini telah dimulai sejak tahun 2006 lalu. Bahkan baru-baru ini, mendiknas menyebutkan setidaknya pada tahun pelajaran 2008/2009 ini ada sekitar 200-an sekolah menengah atas (SMA) dirintis menjadi sekolah bertaraf internasional (SBI). Tak heran ketika sekolah-sekolah tengah sibuk untuk mempersiapkan diri agar dapat disahkan menjadi salah satu rintisan sekolah bertaraf internasional atau SBI .

Perbaikan sarana, pemberdayaan sumber daya manusia dan pembangunan kultur di sekolah menjadi salah satu fokus sekolah itu. Begitu pula pendidik harus memenuhi standar pendidikan. Diantaranya untuk SMA minimal 30 persen guru berpendidikan S2 atau S3 dari perguruan tinggi (PT) yang program studinya berakreditasi A, sedangkan tenaga kependidikan seperti kepala sekolah minimal berpendidikan S2 dari PT yang program studinya berakreditasi A. Jika berhasil disahkan sebagai sekolah bertaraf internasional oleh pemerintah, seluruh kelas dapat ditambahkan kurikulum internasional. (more…)

Oleh: Ahmad Makki Hasan*)

Judul : Minggir, Waktunya Gerakan Muda Memimpin!
Penulis : Eko Prasetyo
Penerbit : Resist Book - Yogyakarta
Cetakan I : Mei - 2008
Tebal : 256 halaman

…kalau pemuda sudah berumur 21, 22 tahun sama sekali tidak berjuang, tak bercita-cita,
tak bergiat untuk tanah air dan bangsa,
pemuda yang begini baiknya digunduli saja kepalanya…
(Pesan Bung Karno)

Pergumulan kepemudaan atau kini lebih dikenal dengan Gerakan Mahasiswa (Germa) memiliki arti yang sangat penting dalam sejarah setiap langkah perjalanan bangsa Indonesia. Tidak heran kemudian ketika para pemuda dinobatkan sebagai satu-satunya agent of change dan agent of social control. Gerakan-gerakan kaum intelektual muda ini sesungguhnya memang tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan juga hampir disetiap negara diseluruh penjuru dunia. Jelas bahwa peranan mahasiswa menjadi solusi konkret dalam penyelesaian persoalan-persoalan dalam suatu bangsa. (more…)

Oleh: Ahmad Makki Hasan*)

Judul : Revolusi Tibet (Fakta, Intrik dan Politik Kepentingan Tibet-China-Amerika Serikat)
Penulis : Nurani Soyomukti
Penerbit : Garasi - Yogyakarta
Cetakan I : Mei - 2008
Tebal : 136 halaman

Aksi protes anti-China yang terjadi di Ibu Kota Tibet, Lhasa, pada 10 Maret 2008 lalu begitu mengundang perhatian banyak orang di segala penjuru dunia. Bagi pemerintah China sendiri, kejadian di Tibet tersebut adalah persoalan domestik. Kebetulan Cina akan menjadi tuan rumah pesta olah raga dunia di Beijing atau yang dikenal dengan Olimpiade Beijing pada Agustus 2008 mendatang tentu mendapat tantangan tersendiri.Tak heran, untuk melenyapkan unjukrasa anti-China itu, pemerintah China akhirnya melakukan berbagai cara, termasuk melakukan tindak kekerasan, bahkan untuk beberapa waktu Tibet sempat diisolasi dan tertutup bagi media massa dan orang asing termasuk para wisatawan.

(more…)

Next Page »