cover-buku-kurikulum-yang-mencerdaskan.jpg

Oleh: Ahmad Makki Hasan*)

Judul  : Kurikulum yang Mencerdaskan (Visi 2030 dan Pendidikan Alternatif)
Penulis : H. Soedijarto dkk. (Forum Mangunwijaya)
Penerbit : Penerbit Buku Kompas – Jakarta
Cetakan I : September – 2007
Tebal : xvi + 216 halaman

Peningkatan pendidikan di Indonesia mutlak untuk dilakukan. Melakukan pembenahan segala lini yang berhubungan dengan pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung tidak dapat untuk ditawar dan ditunda-tunda lagi. Keterpurukan pendidikan kita hari ini sudah di bawah taraf toleransi lagi. Tidak sekedar pendidikan kita yang kalah dengan mutu pendidikan di luar saja, namun pendidikan kita disinyalir tidak lagi memiliki orientasi yang jelas di masa depan. Bukan rahasia lagi ketika dulu kita sempat menjadi acuan pendidikan negeri seberang, kini beralih kita yang mengacu pada negeri seberang itu dalam hal pendidikan.

Polemik yang selama ini menjadi permasalah utama akan kemerosotan pendidikan kita antara lain adalah kurikulum. Kurikulum yang menjadi tolak ukur bagi para guru dalam memberikan materi dan bagaimana karakteristik penyampaikan materi tersebut dapat diterima dengan baik kepada para peserta didik. Padahal perubahan kebijakan atas kurikulum tersendiri telah banyak terjadi dari waktu ke waktu seiring dengan perubahan personalia dalam pemerintahan sendiri. Namun, hal itu tidak banyak memberikan perubahakan mutu pendidikan kita.

Kini, seakan kita telah memiliki angin baru yang sangat segar. Ketertinggalan bangsa ini dalam hal pendidikan seakan dapat teratasi dengan adanya kebijakan baru pemerintah untuk menetapkan suatu kebijakan yang saat ini banyak diperbincangankan yakni penerapan KTSP. Istilah yang sebenarnya adalah singakatan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurilukum yang sebenarnya juga mengusung Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).

Buku yang berjudul Kurikulum yang Mencerdaskan (Visi 2030 dan Pendidikan Alternatif) dapat menjadi acuan awal bagi kita semua. Sebuah buku yang ditulis oleh para pakar dan pelaksana pendidikan yang tergabung dalam Forum Mangunwijaya. Sebuah wadah komunitas diskusi pendidikan yang ada di Yogyakarta. Dengan pengalaman dan orientasi pendidikan Indonesia ke depan, para penulis memberikan banyak ulasan seputar pendidikan kita dulu, kini dan esok.

Apa yang dimaksud dengan KTSP dan bagaimana menjadikan kurikulum ini dalam berperan untuk mencerdaskan peserta didik adalah poin utama dalam ulasan buku ini. Bagaimana pula meningkatkan mutu pendidikan kita dengan mengembangkan potensi pendidikan alternatif yang kini kita sadari sebagai pembaruan pendidikan yang segar, ontentik dan sangat menggebrak ini. Dengan tidak melepaskan arus-utama tujuan pendidikan untuk menopang peningkatakan kesejahteraan masyarakat.

Perlu disadari bersama, bahwa pokok persoalan yang sering diperdepatkan kemudian ialah apakah penerapan KTSP sekarang ini merupakan resep kurikulum yang mencerdaskan atau malah sebaliknya? Pertanyaan-pertanyaan yang lain tentu juga bermunculan, namun yang perlu dicatat ialah para guru menjadi “sibuk” bergelur dengan KTSP ini. Ada yang jatuh bangun menyusun dan mengembakan sendiri setelah membaca segala referensi, ada yang disibukkan pula untuk bertanya ke berbagai sumber, ada pula yang sekedar mengunggu perkembangan dalam artian tinggal mencontoh saja (copy-paste), pun tidak sedikit yang selalu bingun dan bingun yang pada akhirnya tidak menghasilkan apa-apa.

Singkatkan, melalui buku ini, para penulis mencurahkan daya pikirnya untuk tidak terkesima begitu saja dengan meluncurnya kebijakan KTSP yang kini diyakini dapat mengatasi carut-marut pendidikan kita dari hulu hingga hilir. Penulis memberikan ulasan tentang potensi KTSP dalam mengatasi problem pendidikan selama ini. Namun, mereka juga memberika kritiknya terdapat pelaksanaan KTSP yang sangat gencar-gencarnya diaktualisasikan pada saat ini.

Begitu pula penulis dengan segala pengalaman dan kemapuannya, mencoba untuk menguraikan secara rinci akan adanya pengelolaan pendidikan alternatif. Sebuah pendidikan otonom yang saat ini juga banyak dilirik sebagai jalan keluar keterpurukan pendidikan di Indonesia. Diantaranya ialah Komunitas Orang Rimba dan Butet Manurung di Jambi, SLTP Alternatif Qaryah Tayyibah di Bahruddin di Jawa Tengah dan SD Mangunan di Yogyakarta.

Wacana dan ulasan yang sangat aktual dalam permasalah pendidikan di tanah air ini, menjadikan buku yang ditulis oleh mereka yang bersibaku dengan pendidikan, mau tidak mau kaya akan kreasi dan inovasinya guna mengeluarkan bangsa ini dari segala keterpurukan terutama dalam hal pendidikan. Dengan gagasan segarnya itulah buku ini tidak hanya sangat bermanfaat baik pelaku dan pemerhati dunia pendidikan di tanah air saja, namun siapa saja yang memiliki kepedulian untuk memperbaiki kebijakan dan praktik pendidikan secara lebih mendasar dan terpadu di masa yang akan datang.

Para penulis juga tidak melupakan untuk mengajak kepada mereka terutama yang kini memiliki hubungan secara langsung dengan dunia pendidikan untuk memaksimakan potensi KTSP. Resep kurikulum satu ini, kini digelontorkan oleh pemerintah untuk memberikan keluasan bagi setiap sekolah untuk secara cepat meningkatkan pendidikan para peserta didiknya. Dan pada akhirnya dalam waktu yang tidak lama lagi sejalan dengan program MDS (Millenium Development Goals), visi 2030 pemerintah menatap Indonesia baru tidak lagi menjadi mimpi belaka kita semua. Semoga!
*) Ahmad Makki Hasan
Guru SMA Negeri 1 Kota Malang, SMA “Boarding School” Ar-Rohmah Kec. Dau – Kab. Malang dan Tentor LBB. Primagama Cab. Kota Malang.