cover-buku-metodologi-penelitian-sejarah.jpg

Oleh: Ahmad Makki Hasan*)

Judul : Metodologi Penelitian Sejarah
Penulis : Dudung Abdurrahman
Penerbit : Ar-Ruzz Media – Yogyakarta
Cetakan I : November – 2007
Tebal : 215 halaman

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai akan sejarahnya. Setidaknya ungkapan itulah yang turut memberikan semangat dan motivasi serta dorongan besar agar selalu menghargai dan mencari secara terus menerus artefak peninggalan sejarah di masa lalu. Namun George Bernad Show mengatakan sebaliknya, “kita belajar sejarah, tapi kita tidak belajar apa-apa dari sejarah itu sendiri”. Dari kutipan pakar sejarah ini, seharusnya dapat dijadikan pecut bagi bangsa Indonesia agar dapat menjadi cerminan dalam perenungan kembali sejarah perjalanan panjang bangsa ini.

Salah satu yang cukup menarik untuk diikuti bersama ialah perkembangan akan penelusuruan kembali historiografi Indonesia. Sebagaimana diketahui bersama bahwa beberapa tahun terakhir ini ada gejolak penulisan kembali sejarah “baru” di Indonesia. Menggantikan sejarah “lama” yang seakan-akan dan disinyalir oleh banyak kalangan sarat akan nuansa-nuasa politik dan kekuasaan. Berbagai penelitian dan kajian sejarah Indonesia kini kian digandrungi, terutama bagi kalangan sivitas kampus. Fenomena ini tiada lain sebagai salah satu konsekuensi berakhirnya masa orde baru yang otoriter dan dimulainya masa kebebasan yakni era reformasi seperti saat-saat ini.

Memang tidak ada yang dapat mengingkari bahwa setiap generasi akan menuliskan sejarahnya sesuai dengan jiwa pada zamannya masing-masing. Namun banyak dari jiwa yang melukiskan masa lalu dengan dipenuhi rasa dendam dan hujatan. Menuliskan sejarah tidak lagi mengindahkan objektifitas sedangkan faktor subyektifitas melambung terlalu tinggi. Padahal itu semua tidak dapat merubah dan memperbaiki keadaan dengan maksimal. Sebagai contoh tentang pelukisan sejarah nasional. Khususnya yang berkaitan dengan periode kolonial seperti yang telah diketahui bersama kini.

Menurut Ibn Khaldun, sejarawan Andalus yang masyhur dengan karyanya “Mukaddimah”, sejarah merupakan hasil upaya penemuan kebenaran, eksplanasi kritis tentang sebab dan genesis kebenaran sesuatu serta kedalaman pengetahuan tentang bagaimana dan mengapa peristiwa-persitiwa itu terjadi. Dalam upaya mengungkap kebenaran tersebut, Ibn Khaldun meniscayakan telaah filosofis dan kritis informasi sebagai langkah metodologisnya. Beliau cukup dengan menentukan sikap pada hal penulisan sejarah dengan kekritisannya.

Dalam buku “Metodologi Penelitian Sejarah” ini, penulis yang memang tidak diragukan lagi kepakarannya dalam bidang penelitian sejarah, tidak hanya membahas paradigma keilmuan secara umum dengan perspektif sejarah semata, melainkan juga menegaskan penggunaan metodologi penelitian sejarah secara praktis. Metode yang diarahkan pada pembentukan paradigma integrasi-interkoneksi antara pendekatan sejarah dengan pendekatan disiplin keilmuan yang menjadi fokus sejarah. Dengan kata lain, kedua disiplin yang menjadi dasar epistemologi tersebut dikombinasikan menjadi pisau analisis.

Dudung Abdurrahman, penulis buku ini, setidaknya memberikan pemahaman yang benar kepada pembacanya akan konsepsi penelitian sejarah. Ulasan yang tuliskan dengan narasi yang mengalir menjadikan buku ini dapat dipahami secara mudah oleh berbagai kalangan. Tentunya bagi para dosen dan mahasiswa lebih-lebih mereka yang bergelut dengan dunia penelitian sejarah. Walaupun memang terdapat penjelasan yang berulang dan sekedar itu-itu saja, namun buku ini dapat dijadikan referensi dalam sebuah penulisan sejarah.

Sebab salah satu komponen masyarakat yang berkompeten dan memiliki tanggungjawab lebih dalam penelusuran akan suatu sejarah adalah masyarakat akademis. Utamanya para dosen dan mahasiswa. Karena pada dasarnya sejarah bukan sekedar artefak mati yang digantung dalam satu perspektif. Sejarah adalah lebih dari sekedar masa lalu yang belum pernah berakhir patronnya dan tentu perlu untuk selalu dikaji ulang. Penulis juga memberikan benang merahnya bahwa penelitian sejarah tentu memiliki keragaman metode dan perspektif namun tetap harus mengikuti kaidah-kaidah penelusuran sejarah dapat diterima secara ilmiah.

Banyak hal baru tentunya yang dapat diperoleh dalam buku ini. Apalagi jika dihubungkan dengan wacana atas berbagai polemik seputar perjalanan sejarah di nusantara ini. Dengan pengalaman mendalam dari penulis dalam bidang historiografi, menjadikan buku ini kaya akan seluk beluk penelitian sejarah. Karena itu, buku ini pun dirasa sangat penting dalam perkembangan penulis sejarah. Terutama bagi bangsa ini, Indonesia. Tentunya, dalam buku ini penulis memberikan penjelasan satu demi satu hingga mudah untuk digeluti oleh siapa pun. Baik bagi kalangan umum lebih-lebih bagi mahasiswa dan dosen.
 
Mengingat bangsa yang tidak pernah menoleh ke belakang (atau bahkan mungkin tidak mau mempertimbangkan masa lampau) tidak akan pernah mencapai tujuan. Karena sejarah merupakan saksi sekaligus bukti yang tidak saja menggambarkan realitas dan kenangan indah, tapi juga menyingkap kebenaran. Hal yang bisa dijadikan pedoman hidup bagi masa kini dan esok. Walaupun memang sudah tempo dulu, namun sejarah tetap harus selalu disuguhkan secara aktual. Dengan kata lain, sejarah adalah guru bagi kehidupan bangsa di masa yang akan datang. Bangsa yang sarat akan nilai, bukan tanpa nilai sama sekali.

*) Ahmad Makki Hasan
Alumnus Fak. Humaniora dan Budaya UIN Malang, Kini sebagai Mahasiswa program Pascasarjana UIN Malang dan Aktivis PMII Kota Malang.