Oleh: Ahmad Makki Hasan*)

Judul : Pendidikan Berperspektif Globalisasi
Penulis : Nurani Soyomukti
Penerbit : Ar-Ruzz Media – Yogyakarta
Cetakan I : Januari – 2008
Tebal : 215 halaman

Tepatnya pada Jum’at 2 Mei 2008 lalu, kita bersama-sama mencoba merenungkan kembali akan nasib dunia pendidikan nasional di tanah air tercinta Indonesia yang masih terhitung amat suram. Dengan menjadikan momentum tersebut sebagai hari pendidikan nasional sebagai pendongkrak. Perbincangan seputar pendidikan memang tidak akan pernah sampai pada titik finish. Perkembangan yang ada di dunia pun saat ini jelas tidak dapat dilepaskan begitu saja dengan adanya sebuah pendidikan itu sendiri.

Tak heran ketika ada kalimat yang menyebutkan bahwa dengan pendidikan yang maju niscaya akan maju pula bangsa itu. Sebaliknya ketika pendidikan di suatu bangsa tidak berkembang maka dapat dipastikan bangsanya terbelakang. Pendidikan sebagai akar dan hakikat kehidupan manusia dan bertujuan memfasilitasi pencapaian tujuan kehidupan manusia yang sesungguhnya. Untuk itulah sekarang kita dituntut untuk dapat mengembangkan sistem pendidikan yang sesuai dengan tuntutan zaman global, dengan pendidikan yang berperspektif globalisasi.

Selama manusia masih ada, perdebatan tentang pendidikan akan tetap eksis yang selalu berkembang. Permasalahan-permasahan kependidikan mulai dari tingkat filosofis hingga keilmuan akan menjadi nafas manusia. Karena itu, tanpa disadari ada sebuah tanggung jawab untuk mengetengahkan apa dan bagaimana pendidikan sejati itu seharusnya di konstruksi. Namun selama ini, ada indikasi masyarakat Indonesia sudah melupakan akan hakikat pendidikan yang sejati itu. Digantikannya dengan produk-produk egoisme diri dan kebinatangan yang semakin serakah, tidak adil da mengutamakan hal-hal yang sangat rendah dan hampa nilai-nilai filosofis.

Buku yang kini hadir di tengah-tengah kita mencoba untuk mengisi kembali atas orientasi-orientasi pendidikan kita yang seakan-akan monoton dan mandek. Kekosongan inovasi yang progresif tentu perlu untuk direnungkan kembali guna mendongkrak sistem pendidikan kita yang rapuh. Nurani Soyomukti, penulis buku ini yang diberi judul Pendidikan Berperspektif Globalisasi, menawarkan sudut pandang yang berbeda atas berbagai persoalan akan pendidikan dewasa ini. Khususnya dalam dunia pendidikan kita di tanah air yang masih terstigma masih terbelakang dibandingkan dengan negara-negara yang lain. Menjadikan buku ini amat penting untuk kita jadikan referensi bersama.

Memberikan koreksi atau pemikiran kembali mengenai ide, konsep, teori dan praktik penyelenggaraan pendidikan yang berorientasi multi-nasional tanpa mennghapus pendidikan beraroma nasionalis dirasa oleh penulis sangat dibutuhkan. Bukan karena pendidikan kita masih tertinggal jauh dengan negara lain tapi karena pendidikan yang selalu berkembang secara berkala juga harus melihat bagaimana perkembangan pendidikan di luar. Mengingat saat ini arus globalisasi telah terasa di seluruh lini kehidupan masyarakat dunia. Kita tidak boleh terlena dengan apa yang telah dapat kita lakukan, namun harus terus ada upaya pengembangan yang berpandangan jauh ke depan.

Tidak heran jika di negara-negara maju, penyelenggaraan pendidikan telah membuktikan hasil nyata. Dalam beberapa abad terakhir ini perkembangan pendidikan di dunia mengalami kemajuan pesat dan spektakuler terutama dalam hal rekayasa ilmu pengetahuan dan teknologi. Mendorong kehidupan masyarakat menjadi industrialistik. Segala kebutuhan hidup bermasyarakat dapat terpenuhi secara lebih mudaj dalam waktu yang cepat dan praktis. Era teknologi dan perindustrian, sebagai cermin kemajuan pendidikan itu, di sisi berlawanan, justru mengakibatkan masyarakat manusia menjadi terbelah menjadi dua bagian.

Bagian pertama, mereka yang berkesempatan menikmati hasil teknolohi dan perindustrian, namun kelompok ini hanya dalam jumlah minor. Sebaliknya, pada bagian kedua, dipadati dengan mereka yang menanggung penderintaan hebat. Parahnya lagi bagian ini ada dalam jumlah yang teramat banyak. Padahal kemajuan pendidikan seharusnya berkonsekuensi munculnya kesetaraan taraf kehidupan, terutama pada aspek sosial-perekonomian.

Namun demikian, bergulirnya arus globalisasi dalam beberapa dekade terakhir ini juga telah menambah masalah baru tentunya bagi dunia pendidikan. Khususnya di tanah air yang memang belum memantapkan diri dalam dunia baru arus pendidikan saat ini. Bagaimana tidak, di satu sisi sistem pendidikan yang diterapkan harus perimplikasi pada jiwa nasionalisme peserta didik. Sedangkan di sisi yang lain, hajat pemenuhan kebutuhan pendidikan global harus ditanamkan pula. Agar para lulusannya dapat berfungsi secara efektif dalam kehidupan masyarakat dunia tidak hanya di tanah air.

Ulasan yang teramat singkat dan bahasan yang cukup luas mencerminkan buku ini masih diperlukan ada kajian yang mendalam. Meletakkan dasar-dasar pemikiran pada langkah-langkah praktis menjadi tuntutan dalam melakukan perubahan pendidikan kita di tanah air kini agar dapat bersaing di kancah global. Namun yang jelas, paling tidak, dengan buku ini kita dapat memulai perubahan pada dunia pendidikan kita yang masih jauh dari harapan bersama.

Dengan merenungi setiap jejak langkah kehidupan kita dewasa ini, terutama dalam ranah dunia pendidikan kita, harus terus menjadi perhatian bersama. Pendidikan yang berorientasikan global sebagai social investment mutlak mendapatkan perhatian khusus dan harus segera diberlakukan dan diberdayakan. Tiada lain dirancang untuk dapat membekali anak didik, sebagai penerus bangsa ini tentunya, agar memiliki kemampuan intelektual dan tanggungjawab guna memasuki kehidupan ke depan yang sangat kompetitif. Semoga!

*) Ahmad Makki Hasan
Mahasiswa Program Pascasarjana UIN Malang, Guru SMA Negeri 1 Kota Malang, SMA “Boarding School” Ar-Rohmah Kec. Dau – Kab. Malang dan Tentor LBB. Primagama Cab. Kota Malang.