Oleh: Ahmad Makki Hasan*)

Judul : History of China
Penulis : Ivan Taniputera
Penerbit : Ar-Ruzz Media – Yogyakarta
Cetakan I : April – 2008
Tebal : 696 halaman

Dalam tahun-tahun belakangan, kebangkitan China atau tepatnya adalah perekonomian China seakan benar-benar telah mengguncang sendi-sendi kehidupan seluruh pelosok dunia. Pada awalnya sebenarnya Indonesialah yang diprediksikan lebih awal akan muncul sebagai macam Asia. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda akan adanya kebangkitan spektakuler bangsa ini. Malah India bersama China lebih dulu telah diakui menjadi kekuatan baru di kawasan Asia bahkan di dunia sekalipun.

Pada momentum 100 tahun Kebangkitan Nasional Indonesia pun malah dibayang-bayangi dengan lonjakan harga sembako yang kian tidak terkendali. Lonjakan harga  komoditas pangan dan minyak bumi yang tidak dapat diprediksikan sebelumnya telah membuat masyarakat kecil negeri yang juga kaya akan sumber daya alamnya ini kian banyak yang terjerembab ke dalam jurang kemiskinan yang abadi. Terbukti bahwa bangsa ini tidak memiliki skenario jelas dalam mendesian perjalanan jati dirinya di masa mendatang.

Bagaimana tidak, China adalah suatu negara yang sangat besar dan pernah terseok-seok oleh kemiskinan dan ideologi Komunis-Sosialis kini akhirnya menjadi pusat kapitalisme global yang sangat kuat? Hanya dalam waktu yang terhitung cukup singkat, ribuan perusahaan di Eropa, Asia, dan Amerika menjadi korban serbuan perdagangan China. Saat ini, China disinyalir tumbuh tiga kali lebih cepat daripada Amerika Serikat. Kebangkitan sang naga itu sendiri tentu tidak terjadi secara tiba-tiba. Butuh perjalanan panjang bagi China untuk menggapai itu semua sehingga kini tengah menjadi macan Asia.

Hari ini, China modern telah memberikan sebuah penampakannya yang sangat mengagumkan dan memesona. Baik di bidang budaya, politik, ilmu pengetahuan, filsafat, kehidupan ekonomi dan perjalanan derivasi agama yang begitu dinamis. Menggambarkan keberhasilan akan kebijakan modernisasi dan reformasi ekonomi dan perdagangan secara ekstensif sejak tahun 1978. Menghasilkan banyak perubahan di seluruh wilayah negara Republik Rakyat China (RRC) mulai dari pesisir timur sampai ke ujung barat, dari kawasan selatan yang padat penduduknya sampai ke utara yang dingin hawanya.

Karena itu, tidak heran jika fenomena baru kebangkinan China saat ini begitu menarik banyak perhatian orang dari segala penjuru dunia. Para pebisnis, pengamat ekonomi, jurnalis, dan siapa pun yang ingin memahami secara lengkap fenomena kebangkitan ekonomi China dan dampak-dampak internasionalnya di berbagai bidang. Dengan penduduknya yang mencapai 1,3 milyar orang dan sebelumnya dikenal dengan sebutan “Tirai Bambu” karena tirani kekuasaan komunisme ini sekarang mungkin bisa disebut sebagai “Tirai Kapitalisme” sebab kemajuan yang dialaminya tak pernah ada dalam preseden sebelumnya.

Jika kembali pada sejarah China kuno, orang China jelas tidak dapat dilepaskan begitu saja dengan adanya dinasti-dinasti. Di dalam pemikiran tradisional orang-orang China, kerajaan yang sesungguhnya hanya ada di surga, tetapi tetap yang melaksananakannya adalah orang-orang di dunia. Hal ini sangat tampak pada filosofi politik orang-orang Tao yang sederhana dan praktis. Sehingga, sejarah orang-orang China kebanyakan adalah sebuah teka-teki dengan pemberontakan, namun tentunya tidak berhasil dalam membangun sebuah dinasti baru di semua orang-orang China, pada tingkat pemerintahan.

Meskipun demikian, kelompok pemberontak memiliki aturan yang berlaku di area perbatasan untuk beberapa dekade, biasanya selama pemimpin yang karismatik masih memegang kendali kekuasaan. Biasanya pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang sangat kejam, menyingkirkan kompetisi yang potensial dengan kedudukan mereka tanpa mengeluarkan airmata, dan membuang para musuhnya mereka dapatkan dengan cara yang efisien, yaitu dengan membunuhnya.

Secara praktis para penemu dinasti baru China, walaupun mereka adalah penjahat, jenderal yang tidak loyal atau para pegawai pemerintahan, ditampilkan pada tingkat yang tinggi dan secara kejam, serta di tingkat yang tinggi tanpa rasa hormat pada ahli waris mereka. Seringkali, kaisar terakhir dari dinasti tersebut telah memiliki sedikit toleransi, dan lebih tertarik pada seni, begitu pula para selir mereka, daripada menekan pokok permasalahan mereka.

Mekanisme dari sejarah China ini telah menjadi jelas sampai saat ini. Mao Zedong kemungkinan telah sangat terpengaruh karena membaca sejarah China ini, seperti ia telah membaca Marx, Engels dan Lenin. Secara sungguh-sungguh ia menyamakan dirinya sebagai penemu dari dinasti baru China. Mao Zedong boleh percaya bahwa kekejaman yang ia tunjukan selama Great Leap Forward dan Revolusi Kebudayaan, serta pengulangan pembersihannya terhadap Pesta Komunis, tidak terlalu penting bagi alas an ideology namun lebih kepada menstabilkan dinasti baru tersebut, aturan ini dibuat sendiri olehnya, begitu pula pada Pesta Komunis.

Dari sini jelas bahwa China-Sanga Naga memiliki sengudang misteri sejarah yang sangat panjang dan kaya akan berbagai mutiara sejarahnya. Karena itu, tidak heran jika peradaban China adalah sebuah peradaban yang sangat tinggi yang dapat dikatakan tidak ada bandingannya dibandingkan dengan peradaban-peradaban yang lain. Selain itu, banyak cerita dan kisah pula yang sangat menarik dan patut dijadikan bahan renungan bagi siapapun dan dimanapun di era globalisasi seperti saat ini. Walaupun tidak dapat dipungkiri pula bahwa semua kemajuan yang dicapai China hari ini juga tidak menimbulkan berbagai hal-hal yang negatif.

Namun, setidaknya, karena peradabannya yang sangat tinggi itulah buku ini hadir sebagai media acuan, pemahaman, pembelajaran dan juga pengayaan intelektual bagi para pembacanya yang hidup di zaman ini. Buku dengan judul “History of China” ini tentu tidak dapat dikesampingkan begitu saja untuk dijadiran referensi bagi perjalanan bangsa ini selanjutnya ke depan. Ivan Taniputera, penulis buku ini, memberikan bahasan secara gamblang dan sistematis mulai dari zaman ribuan tahun sebelum masehi hingga di zaman mutakhir sekarang ini.

Meskipun teramat panjang dan melelahkan untuk diikuti secara detail, namun ini adalah sebuah buku yang luar biasa yang tentu sangat sayang untuk dilewati begitu saja. Paling tidak dengan belajar memahami sebuah perjalanan sejarah yang kaya tentu dapat diambil saripatinya agar bisa berguna bagi kehidupan dan peradaban para pembacanya sebagai makhluk sosial dalm lingkup berbangsa dan bernegara. Yah, sejarah China bukan hanya sejarah bagi rakyat China semata, tapi sudah menjadi sejarah dunia yang patut diapresiasi. Selamat Membaca!

*) Ahmad Makki Hasan, S.Hum.
Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.

Iklan