Oleh: Ahmad Makki Hasan*)

Judul : Minggir, Waktunya Gerakan Muda Memimpin!
Penulis : Eko Prasetyo
Penerbit : Resist Book – Yogyakarta
Cetakan I : Mei – 2008
Tebal : 256 halaman

…kalau pemuda sudah berumur 21, 22 tahun sama sekali tidak berjuang, tak bercita-cita,
tak bergiat untuk tanah air dan bangsa,
pemuda yang begini baiknya digunduli saja kepalanya…
(Pesan Bung Karno)

Pergumulan kepemudaan atau kini lebih dikenal dengan Gerakan Mahasiswa (Germa) memiliki arti yang sangat penting dalam sejarah setiap langkah perjalanan bangsa Indonesia. Tidak heran kemudian ketika para pemuda dinobatkan sebagai satu-satunya agent of change dan agent of social control. Gerakan-gerakan kaum intelektual muda ini sesungguhnya memang tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan juga hampir disetiap negara diseluruh penjuru dunia. Jelas bahwa peranan mahasiswa menjadi solusi konkret dalam penyelesaian persoalan-persoalan dalam suatu bangsa.

Semangat menggebu-gebu dengan darah sengar yang ganas, para pemuda tidak dapat dilepaskan begitu saja dalam setiap degub langkah perjalanan sejarah di seantero nusantara. Gerakan kepemudaan bangsa ini selalu menjadi pelopor dan garda terdepan akan sebuah perubahan. Sebut saja diantaranya adalah dengan adanya organisasi yang bernama Boedi Oetomo. Sejatilah organisasi pertama bentukan pemuda di nusantara ini mencoba mengubah nasib bangsa ini yang terjajah oleh kolonial dapat meraih kemerdekaannya. Kemudian melahirkan apa yang kini dikenal dengan Sumpah Pemuda.

Pada Selasa, 20 Mei 2008 lalu genap 100 tahun sudah Kebangkitan Nasional yang ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo diperingati dengan berbagai cara. Membangkitkan kembali semangat nasionalisme dalam kancah pergerakan bangsa Indonesia. Sebuah momentum penting dalam memperkokoh dan mengaktualisasikan kembali wawasan kebangsaan dan nasionalisme bangsa Indonesia dalam menghadapi tuntutan perkembangan zaman yang ada saat ini. Refleksi satu abad kebangkitan nasional guna meneropong tantangan masa depan bangsa yang lebih prospektif.

Buku terbaru dari Eko Prasetyo dengan judul “Minggir, Waktunya Gerakan Muda Memimpin” ini, mengajak kepada para pemuda khususnya pelajar dan mahasiswa untuk terus mencoba memunculkan kembali semangat-semangat baru pemuda untuk menghasilkan visi bersama gerakan kepemudaan yang sangat progresif dan radikal. Dengan meneladani semangat juang para pahlawan bangsa ini. Diantaranya Soekarno, Semaoen dan Moh. Natsir.

Mengingat walaupun Indonesia telah merdeka sejak 17 Agustus 1945, namun sebagian besar rakyat Indonesia masih jauh tujuan utama dari kemerdekaan itu sendiri. Mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdaulat dan kebersamaan serta kesejahteraan yang berkeadilan sosial.  Malahan saat ini rakyat tengah dibayang-bayangi dengan lonjakan harga sembako yang kian tidak terkendali.

Lonjakan harga  komoditas pangan dan minyak bumi yang kini tidak dapat diprediksikan sebelumnya telah membuat masyarakat kecil negeri yang sebenarnya kaya akan sumber daya alamnya ini kian banyak yang terjerembab ke dalam jurang kemiskinan yang abadi. Terbukti bahwa bangsa ini masih tidak memiliki skenario jelas dalam mendesian perjalanan jati dirinya di masa mendatang.

Saatnya Indonesia harus memulai memantapkan eksistensi dan kelangsungan keberlanjutan bernegara. Mengamankan negara kepulauan nusantara dari ancaman pada masa kini dan masa depan. Mencoba secara serius memajukan perikehidupan berbangsa dan bernegara di segala bidang. Terlebih berbicara tentang kesejahteraan rakyat dan peradabannya.

Bahasa yang lugas dan sedikit gaul serta dilengkapi beberapa ilustrasinya dengan pembahasan yang menyentuh hati dan menggugah semangat nasionalisme dari penulis kepada para pembacanya, menjadikan buku dapat patut dijadikan sebagai sumber inspirasi. Tidak hanya bagi para mahasiswa tentunya, namun bagi seluruh pelajar dan rakyat Indonesia yang masih cinta kepada tanah air. Sebagai bangsa yang telah merdeka setelah melalui liku-liku pahit dalam perjalanannya terutama bagi para pejuang bangsa ini.

Dengan membakar semangat yang membara-bara, saatnya para kaum muda memimpin lagi arah perjalanan bangsa ini ke depan. Visi yang tidak lagi mau menjadi kaki tangan suatu rezim penguasa termasuk para pemiliki modal (kapitalisme), melainkan tetap bergerak bersama masyarakat demi kepentingan rakyat seutuhnya. Menutup pintu rapat-rapat pada restorasi orde baru dan membebaskan diri untuk selama-lamanya dari cengkeraman neoliberalisme global. Semoga!

*) Ahmad Makki Hasan
Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Malang dan aktif di Organisasi Kepemudaan.

Iklan