Oleh: Ahmad Makki Hasan*)

Judul : Pendidikan Transformatif
Penulis : Musthofa Rembangy, M.Si.
Penerbit : Teras – Yogyakarta
Cetakan I : April – 2008
Tebal : xxxvi + 241 halaman

Dinamika esensi keberadaan pendidikan di tanah air selama ini, terasa tidak lebih dari apa yang disebut dengan “pabrik intelektual”. Sehingga hakikat pendidikan sejatinya seakan terabaikan begitu saja. Mengidentifikasikan bahwa dunia pendidikan kita telah mengalami pergeseran dari nilai-nilai luhurnya. Digantikannya dengan produk-produk egoisme diri dan kebinatangan yang semakin serakah, tidak adil dan hampa akan nilai-nilai filosofis. Aksentuasinya terletak pada pembentukan wawasan para intelektual yang hanya terjebak pada nilai-nilai kehidupan yang kering akan moralitas dan etika dalam kehidupan bermasyarakat.

Asumsi itu tidak lain didasarkan adanya beragam fakta yang menunjukkan bahwa di segala jenjang dan bidang kehidupan di negeri ini mengalami krisis filosofi hidup. Mereka yang terdidik justru menjadi koruptor sedangkan mereka yang tidak terdidik malah menjadi maling. Ada pula golongan yang kebingungan, lalu menjadi tukang pengisap sabu-sabu dan terjerumus pada narkoba. Padahal tujuan pendidikan sebenarnya adalah melahirkan individu-individu yang merdeka, matang, bertanggungjawab dan peka terhadap permasalah sosial di lingkungan sekitarnya.

Buku yang kini hadir di tengah-tengah kita mencoba untuk mengisi kembali kekosongan wacana-wacana baru yang perlu untuk direnungkan bersama. Musthofa Rembangy, penulis buku ini dengan judul Pendidikan Transformatif (Pergulatan Kritis Merumuskan Pendidikan di Tengah Pusaran Arus Globalisasi), menawarkan sudut pandang yang berbeda atas berbagai persoalan akan pendidikan dewasa ini. Khususnya dalam dunia pendidikan di tanah air yang masih terstigma terbelakang dibandingkan dengan negara-negara yang lain.

Bila menilik pendidikan yang telah berjalan di Indonesia, sungguh banyak sekali sistem yang harus diubah bahkan dirombak total. Mulai dari cara pandang yang dipakai, model pembelajaran, penekanan tujuan pendidikan dan tentu masih banyak lagi di berbagai lini dan sektor lainnya. Itu semua harus dilakukan agar dapat mendongkrak kualitas SDM yang akan dihasilkan supaya kelak siap bergulat dan bertarung untuk menghadapi arus deras globalisasi.

Secara umum buku ini menyajikan gagasan-gagasan konstruktif dan mendetail dalam mengkritisi dunia pendidikan dewasa ini. Percikan pemikiran yang dilontarkan sebagai langkah upaya strategis guna melakukan rekonstruksi pemikiran pendidikan yang lebih transformatif dan berwawasan global. Pendidikan yang selalu mengedepankan nilai-nilai humanis dalam kehidupan namun juga mampu membaca kondisi riil masyarakat di dunia global saat ini serta berwawasan masa depan. Menjadikan buku ini teramat penting untuk kiranya dapat kita jadikan referensi bersama.

Jika di negara-negara maju, penyelenggaraan pendidikan telah membuktikan hasil nyata. Dalam beberapa abad terakhir ini perkembangan pendidikan mengalami kemajuan pesat dan spektakuler terutama dalam hal rekayasa ilmu pengetahuan dan teknologi. Mendorong kehidupan masyarakat menjadi tangguh dan berkecukupan. Segala kebutuhan hidup bermasyarakat dapat terpenuhi secara lebih mudah dalam waktu yang cepat dan praktis. Era teknologi dan perindustrian, sebagai salah satu cermin kemajuan pendidikan kontemporer.

Menurut penulis buku ini, tawaran model pendidikan yang harus diimplementasikan dewasa ini adalah model pendidikan yang bervisi transformatif sekaligus berwawasan global. Model pendidikan yang bersifat kooperatif terhadap segala kemampuan peserta didik menuju proses berfikir yang bebas dan inovatif. Menghargai sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki setiap individu dengan membiarkan potensi-potensi itu tumbuh dan berkembang secara wajar dan manusiawi bukan malah dimatikan dengan berbagai bentuk penyeragaman dan sanksi.

Dalam pusaran arus globalisasi, pada kenyataannya pendidikan kita juga belum mampu menciptakan peserta didik yang kritis dan memiliki kemampuan dalam menghadapi tantangan global yang kian menindas dan mencengkram. Dalam keadaan inilah pendidikan mestinya tidak bebas nilai, sebaliknya pendidikan haruslah berkepentingan. Kepentingan-kepentingan untuk melahirkan calon-calon penerus bangsa ini yang mampu menghadapi segala tantangan yang akan dihadapi di masa mendatang.

Transformasi pendidikan menjadi penting dengan melihat adanya tantangan kuat dalam era global. Salah satunya adalah transformasi nilai besar-besaran yang menciptakan konsekuesi logis munculnya budaya-budaya baru dalam penguatan etos kerja SDM kita. Kalau pendidikan masih mengandalkan pada aspek tertentu, dapat dipastikan dunia pendidikan kita akan ketinggalan jauh dengan bangsa-bangsa lain. Secara makro, era globalisasi adalah tantangan untuk merebut kompetensi SDM antar bangsa.

Untuk itulah, dengan merenungi setiap jejak langkah kehidupan tentu kita tetap bisa mengarungi hakikat dunia pendidikan sejati. Bertindak seperti nilai-nilai pendidikan yang telah diajarkan selama ini dari akar budaya lelehur bangsa ini. Bukan malah mengubah landasan filosofis pendidikan dengan nilai-nilai pragmatis dalam kehidupan nyata dan hampa belaka. Intinya adalah suatu pendidikan haruslah diarahkan pada tujuan mulia, yakni menjadikan manusia yang cerdas, kreatif dan humanis.

Dengan kata lain, masa depan bangsa ini tergantung kepada kondisi pendidikan hari ini. Karena itu, melalui buku ini, paling tidak kita dapat menjadikan bangsa ini lebih berhasil memanusiakan insan pendidikan secara manusiawi dan juga berintelektual tinggi. Sebuah mimpi yang tentu tidak sekedar menjadi utopia belaka, namun kita harus mencoba mewujudkan sekarang juga. Paling tidak, bagi kita baik sebagai pendidik, peserta didik, pemerhati pendidikan, pengambil kebijakan, pemerintah serta masyarakat umum, buku ini dapat jadikan awal sebagai dari semuanya. Semoga!

*) Ahmad Makki Hasan
Mahasiswa Program Pascasarjana UIN Malang dan Guru SMA Negeri 1 Kota Malang