cover-buku-metode-pendidikan-marxis-sosialisOleh: Ahmad Makki Hasan*)

Judul : Metode Pendidikan Marxis Sosialis (Antara Teori dan Praktek)
Penulis : Nurani Soyomukti
Penerbit : Ar-Ruzz Media – Yogyakarta
Cetakan I : Desember – 2008
Tebal : 316 halaman

Kata marxis selama ini masih saja menjadi momok. Bahkan tidak jarang untuk selalu dihujat dan dianggap subversif. Sejatinya, marxis adalah salah satu paham di antara beberapa paham lain yang memang pasti ada plus-minusnya. Namun, representatif penguasa yang hegemonik dan akibat trauma sejarah menjadikan paham marxis selalu dianak-tirikan. Berbeda dengan paham kapitalisme yang pada era global ini ternyata tidak kalah hebatnya menyengsarakan masyarakat dunia termasuk di negeri ini. Terbukti hari ini, tidak semua anak di negeri ini yang dapat mengenyam pendidikan secara layak.

Persoalan komersialisasi dan liberalisme pendidikan sebagai bentuk dari paham kapitalisme telah merongrong urat nadi pendidikan di tanah air. Polemik mengenai hal ini pun tidak jarang menimbulkan konflik sosial di antara beberapa elemen masyarakat. Problemnya adalah pendidikan ala kapitalis telah membuat pendidikan menjadi elitis atau sebut saja hanya bagi mereka yang mampu saja yang dapat memperoleh pendidikan layak dan berkualitas. Ini bersumber pada mahalnya biaya pendidikan yang tentu tidak dapat dijangkau oleh mereka yang tidak mampu. Tak heran upaya sistematis ini mengesankan bahwa orang miskin memang dilarang sekolah!

Buku yang kini hadir di tengah-tengah kita berusaha untuk menjelaskan secara objektif pola dan metode pendidikan ala marxis-sosialis. Setidaknya sebagai imbangan atau tentangan terhadap sistem pendidikan kapitalisme yang ternyata saat ini ditengarai telah bergeser dari cita-cita awal pendidikan itu sendiri. Sebuah prinsip paling penting dari seni pengajaran yaitu “pendidikan untuk semua” (education for everyone). Nurani Soyokmuti mencoba untuk merenungkan kembali pendidikan yang ada hari ini seraya tidak pula untuk menawarkan sudut pandang yang berbeda atas berbagai persoalan akan pendidikan dewasa ini. Menjadikan buku ini amat penting untuk kita jadikan referensi bersama.

Menurut penulis buku ini, meski pendidikan ala marxis-sosialis masih menjadi hujatan dan amat ditabukan di negeri ini, namun pada prinsipnya pendidikan marxis-sosialis ternyata diprediksikan mampu mengatasi berbagai persoalan seputar pendidikan di tanah air akhir-akhir ini. Terlebih untuk persoalan pendidikan di negeri ini yang sudah dikomersialisasikan dan sekolah-sekolah di negeri ini yang sudah tergadaikan oleh rayuan kapitalisme sehingga anak bangsa pun kemudian menjadi banyak yang tidak bisa sekolah dengan layak.

Untuk itu, penulis memberikan gambaran praktis yang dapat dikaji dan dilihat dari pola pendidikan marxis-sosialis ini sebagaimana yang tengah dijalankan di Venezuela dan Bolivia serta Kuba yang tengah menjadi barometer atau sokoguru bagi kedua negera sebelumnya. Prinsip pendidikan yang mengedepankan bahwa tidak hanya anak orang kaya atau yang punya kekuasaan saja yang dapat menikmati pendidikan. Tapi, semua anak laki-laki dan perempuanm anak orang terhormat atau tidak terhormat, anak orang kaya atau miskin, yang berasala dari kota atau desa, semuanya harus bisa menikmati pendidikan.

Oleh karena itulah, penulis melalui buku ini, berusaha untuk mengampanyekan gagasan-gagasan besar atas prinsip-prinsip pendidikan sejatinya. Dengan memberikan koreksi pada praktik pendidikan kapitalisme dan membandingkan dengan ide dari pendidikan ala marxis-sosialis ini. Setidaknya buku ini memang menjadi negasi tersendiri dari prinsip-prinsip pendidikan kita saat ini yang tengah berada di bawah hegemoni kapitalisme global. Paham yang ternyata menyengsarakan dan membuat tidak semua anak di negeri ini bisa mengenyam pendidikan secara layak.

Ulasan singkat dan bahasan yang cukup luas mencerminkan buku ini masih diperlukan ada kajian yang mendalam. Meletakkan dasar-dasar pemikiran pendidikan marxis-sosialis pada langkah-langkah praktis pendidikan kita menjadi tuntutan dalam melakukan perubahan pendidikan di tanah air dewasa ini. Namun yang jelas, paling tidak, dengan buku ini kita dapat memulai untuk melakukan perubahan pada dunia pendidikan kita yang kini masih jauh dari harapan kita bersama. Memberikan koreksi atau pemikiran kembali mengenai ide, konsep, teori dan praktik penyelenggaraan pendidikan yang dirasa oleh penulis terhitung amat mendesak.

Bukan karena pendidikan kita masih tertinggal jauh dengan negara lain tapi karena pendidikan harus selalu berkembang secara berkala. Jangan sampai anak didik kita menjadi buta terhadap dunia kapitalis yang tengah mengehemoni dunia, sehingga mereka pun tidak dapat bernalar kritis, berideologi hedonis dan bermanis-manis ria dengan produk-produk kapitalis yang laris manis menjadi bumbu dunia mereka sehari-hari. Kita pun tidak boleh terlena dengan apa yang telah dapat kita lakukan, namun harus terus ada upaya revolusi pendidikan yang berpandangan jauh ke depan. Semoga!

*) Ahmad Makki Hasan
Mahasiswa Program Pascasarjana UIN Malang dan Guru SMA Negeri 1 Kota Malang