cover-buku-menjadi-guru-unggulOleh: Ahmad Makki Hasan*

Judul : Menjadi Guru Unggul
Penulis : Ahmad Barizi
Penerbit : Ar-Ruzz Media – Yogyakarta
Cetakan I : Februari 2009
Tebal : 172 halaman

Guru harus peka dan tanggap terhadap berbagai perubahan, pembaharuan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sejalan dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan zaman. Di sinilah tugas guru untuk senantiasa meningkatan wawasan ilmu pengetahuan, meningkatkan kualitas pendidikannya hingga apa yang diberikan kepada peserta didiknya tidak sepatutnya terkecan ketinggalan zaman. Bahkan tidak cukup hanya dengan itu saja, guru perlu tampil sebagai pendidik, pengajar, pelatih, inovator bahkan dinamisator dalam mencerdaskan bangsa Indonesia.

Salah satu indikator utama unggul tidaknya sebuah sekolah adalah ditentukan dari faktor mutu guru. Guru dituntut memiliki profesionalisme di bidangnya. Artinya guru tidak hanya harus memiliki pengertahuan yang luas tentang bidang yang ajarnya, namun seluruh komponen yang berkaitan dengan pendidikan harus ada pada diri para guru itu sendiri. Hal itu pula didasarkan atas asumsi bahwa persoalan peningkatan mutu pendidikan tentu bertolak pada profesionalisme guru. Oleh sebab itu, semakin banyak guru yang berkualitas di suatu sekolah, tentu akan semakin berkualitas pulalah sekolah tersebut.

Profesionalitas guru merupakan hal paling utama bagi keberhasilan suatu sistem pendidikan. Guru harus dihargai dan diberdayakan sesuai dengan prestasi yang dicapainya. Oleh sebab itu, guru harus memperoleh tempat yang layak dalam pembangunan karakter bangsa serta menghargai dan sekaligus memberdayakan guru dalam konteks reformasi pendidikan adalah wajib hukumnya. Namun, patut dipahami bersama bahwa menjadi seorang guru yang unggul dan berkualitas memang bukan perkara yang mudah.

Sebagai tenaga pendidik yang memiliki kemampuan kualitatif, guru harus menguasai ilmu keguruan dan mampu menerapkan strategi pembelajaran untuk mengantarkan siswanya pada tujuan pendidikan. Sebut saja Pendidikan Agama Islam misalnya, yaitu terciptanya generasi mukmin yang berkepribadian ulul albab dan insan kamil. Banyak model pembelajaran di sekolah yang bisa diaplikasikan oleh guru. Contohnya model pembelajaran secara terpadu, baik dengan pusat-pusat pendidikan (orang tua, masyarakat dan sekolah) maupun terpadu dengan materi lain.

Pada kenyataannya tidak mudah seorang guru mampu menjadikan siswanya menjadi manusia yang berkualitas dan berakhlak karimah menuju arah kehidupan yang lebih baik. Tentu saja hal itu membutuhkan beberapa syarat yang harus dipenuhi. Sejumlah syarat yang yang dapat menjawab tantangan dan peluang pembelajaran serta menyusun strategi pembelajaran yang unggul dan profesional. Profesionalisme keguruan bukan hanya memproduksi siswa menjadi pintar dan skilled, akan tetapi bagaimana mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki siswa menjadi aktual. Di sinilah kepribadian profesional guru yang diidam-idamkan diharapkan kehadirannya.

Untuk itu, maka menjadi keharusan bagi semua kalangan yang sedang menggeluti dunia pendidikan, khususnya guru untuk membaca dan menjadikan buku ini sebagai bahan referensi utamanya. Panduan untuk menjadi sosok pendidik yang berkualitas.Buku yang dikemas dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami ini memang pantas untuk dikoleksi.

Secara gamblang buku “Menjadi Guru Unggul” ini menjabarkan bagaimana menciptakan pembelajaran yang produktif dan profesional. Suatu usaha memodifikasi proses integrasi dan optimalisasi sistem pendidikan di sekolah, dengan harapan menjadi pedoman yang signifikan bagi proses pembentukan kepribadian siswa yang kokoh yakni intelektual, moral dan spiritual.

Tidak banyak buku yang berorientasi pada bagaimana menciptakan sistem pendidikan di sekolah yang efektif, praktis dan operasional seperti buku karangan Ahmad Bahrizi, dosen sekaligus mahasiswa program doktoral pada program pascasarjana UIN Jakarta ini. Kerangka filosofisnya dapat menggugah hati nurani yang sulit ditemukan pada buku-buku lain. Setidaknya hal ini bisa dibaca pada kerangka metodologis yang disajikan dengan lugas dan populer serta praktis dikembangkan ke berbagai sistem pendidikan yang ada.

Secara umum buku ini menyajikan gagasan-gagasan detail mengenai hal-hal panduan menjadi guru yang berkualitas. Guru sebagai garda terdepan tercapainya tujuan-tujuan pendidikan dalam setiap pembelajaran yang ada. Menjadikan buku ini teramat penting untuk kiranya dapat kita jadikan referensi bersama. Terutama bagi mereka yang kini tengah menjadi tenaga pendidik agar dapat menjadi guru yang benar-benar profesional.

Setidaknya dalam buku ini, mengajak kepada semua guru agar dapat menjalankan tugas mulainya secara efektif dan profesional dalam menjalankan fungsinya mendidik anak bangsa. Dengan kata lain, masa depan negeri ini tergantung kepada bagaimana guru dapat melahirkan individu-individu yang merdeka, matang, bertanggungjawab dan peka terhadap permasalah sosial di lingkungan sekitarnya di kemudian hari.

Sebagai figur sentral dalam dunia pendidikan, guru seyogyanya dapat menjadi proses interaksi dalam pembelajaran. Oleh karenanya guru harus memiliki karakteristik kepribadian yang ideal sesuai dengan persyaratan yang bersifat psikologis-pedagogis. Konon, pada zaman dulu posisi guru disejajarkan dengan kaum priyayi yang selalu duduk di deretan utama dalam berbagai hal. Mungkinkah posisi guru masa silam terulang lagi?

Karena itu, melalui buku ini, untuk menjadikan bangsa ini agar lebih berkualitas dengan adalah dengan mengoptimalkan mutu guru. Kalau tidak sejak saat ini, kapan lagi para guru memulai untuk meningkatkan kompetensi profesional dan tingkat pendidikan yang lebih tinggi? Guru yang profesional dan berkualitas adalah jawaban mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar lagi dari buramnya wajah pendidikan nasional kita.

Guru diharapkan dapat membekali peserta didiknya sebagai penerus bangsa ini tentunya agar memiliki kemampuan intelektual dan tanggungjawab guna memasuki kehidupan ke depan yang sangat kompetitif. Sebuah mimpi yang tentu tidak sekedar menjadi utopia belaka, namun kita semua harus mencoba untuk mewujudkannya sekarang juga. Semoga!

*) Ahmad Makki Hasan
Mahasiswa Program Pascasarjana UIN Malang dan Guru SMA Negeri 1 Kota Malang.