Cover Buku Pendidikan Kritis TransformatifOleh: Ahmad Makki Hasan*)

Judul :    Pendidikan Kritis Transformatif
Penulis :    Muhammad Karim
Penerbit :    Ar-Ruzz Media – Yogyakarta
Cetakan I :    April – 2009
Tebal :    281 halaman

Dunia pendidikan di tanah air selama ini, terasa tidak lebih dari apa yang disebut dengan pabrik intelektual. Sedangkan hakikat pendidikan seutuhnya seakan terabaikan begitu saja. Mengidentifikasikan bahwa dunia pendidikan kita telah mengalami pergeseran dari nilai-nilai sejatinya. Digantikan dengan produk-produk egoisme diri dan kebinatangan yang semakin serakah, tidak adil dan hampa akan nilai-nilai filosofis. Aksentuasinya terletak pada pembentukan watak dan wawasan para intelektual kita yang hanya terjebak pada nilai-nilai kehidupan yang kering akan moralitas dan etika dalam kehidupan bermasyarakat.

Asumsi itu tidak lain didasarkan adanya beragam fakta yang menunjukkan bahwa di segala jenjang dan bidang kehidupan di negeri ini mengalami krisis filosofi hidup. Mereka yang terdidik justru menjadi koruptor sedangkan mereka yang tidak terdidik malah menjadi maling. Ada pula golongan yang kebingungan, lalu menjadi tukang pengisap sabu-sabu dan terjerumus pada narkoba. Padahal tujuan pendidikan sebenarnya adalah melahirkan individu-individu yang merdeka, matang, bertanggungjawab dan peka terhadap permasalah sosial di lingkungan sekitarnya.

Dalam pusaran arus globalisasi misalnya, kenyataan di lapangan memperlihatkan pendidikan kita juga belum mampu menciptakan peserta didik yang kritis dan memiliki kemampuan dalam menghadapi tantangan global yang kian menindas dan mencengkram. Dalam keadaan inilah pendidikan mestinya tidak bebas nilai, sebaliknya pendidikan haruslah berkepentingan. Kepentingan-kepentingan untuk melahirkan calon-calon penerus bangsa ini yang mampu menghadapi segala tantangan yang akan dihadapi bangsa ini di masa mendatang.

Buku “Pendidikan Kritis Transformatif” ini hadir menyajikan gagasan-gagasan baru yang konstruktif dan mendetail dalam mengkritisi konsep pendidikan saat ini. Kondisi dunia pendidikan yang semakin digerogoti oleh semangat kapitalisme. Sebuah studi kritik atau problematisasi terhadap modernisme pendidikan. Mengupas tuntas beberapa dampak nalar filsafat modern terhadap penyelenggaran pendidikan termasuk didalamnya semangat pengetahuan yang dikembangkan. Kita dibuat bukan lagi menjadi diri kita sendiri, melainkan kita hanya menjadi representasi dari ambisi dan keserakahan sistem kapitalisme.

Muhammad Karim, penulis buku ini, juga memberikan paparan atas ketidakbecusan nalar pendidikan modern dengan membandingkannya dengan semangat nalar madzab kritis dan postmodern. Membahas secara tuntas berbagai kebobrokan sistem dan kebijakan pendidikan serta berbagai akibat yang ditimbulkan. Permasalah-permasalah pendidikan di tanah air yang juga tidak pernah terlepas dari politik penguasa terhadap dunia pendidikan itu sendiri.

Rasionalisme, Empirisme, Positivisme dan Saintisme telah menjadi tren pengetahuan yang tidak dapat dihindari bahkan disakralkan. Singkatnya, di era kapitalisme yang sedang berkuasa ini, pendidikan berarti membangun komformitas kesadaran peserta didik dengan struktur pengetahuan dan sistem sosial yang sedang berlaku. Manusia sudah tidak lagi menjadi subjek, tetapi menjadi objek dari regulasi sistem pengetahuan dan sistem sosial yang telah tercipta sebelumnya.

Menurut penulis buku ini, tawaran konsep pendidikan alternatif yang harus diimplementasikan dewasa ini adalah konsep pendidikan yang bervisi transformatif sekaligus berwawasan global. Model pendidikan yang bersifat kooperatif terhadap segala kemampuan peserta didik menuju proses berfikir yang bebas dan inovatif. Menghargai sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki setiap individu dengan membiarkan potensi-potensi itu tumbuh dan berkembang secara wajar dan manusiawi bukan malah dimatikan dengan berbagai bentuk penyeragaman dan sanksi.

Pendidikan kritis transformatif pada dasarnya adalah model pendidikan yang bersifat kooperatif. Memberikan ruang pada segenap kemampuan peserta didik menuju proses berpikir yang lebih bebas dan kreatif. Sebuah model pendidikan yang menghargai potensi yang ada pada setiap individu-indvidu anak didik. Bentuk pendidikan yang memiliki arah dan tujuan keluar dari kemelut dan problematikan internal maupun eksternal yang dihadapi oleh dunia pendidikan nasional.

Dalam pendidikan kritis transformatif, ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang dikomunikasikan oleh makna narasi atau yang disebut dengan grand narasi. Grand narasi adalah sesuatu yang diklaim sebagai suatu teori yang dapat menjelaskan segala sesuatunya. Konsep pendidikan seperti ini akan membentuk peserta didik sebagai subjek yang akan menentang adanya struktur hierarki ilmu pengetahuan.

Secara umum dalam buku ini mengulas gagasan-gagasan konstruktif dan mendetail atas konsep pendidikan altenatif dalam mengkritisi dunia pendidikan dewasa ini. Bentuk pendidikan yang berorientasikan pada pendidikan kritis transformatif. Sebuah konsep pendidikan alternatif yang diharapkan mampu menyiapkan bekal bagi setiap peserta didik dalam menghadapi dan memecahkan problem hidup dan kehidupan. Konsep pendidikan yang selalu mengedepankan nilai-nilai humanis dalam kehidupan namun juga mampu membaca kondisi riil masyarakat di dunia global saat ini serta berwawasan masa depan. Menjadikan buku ini teramat penting untuk kiranya dapat kita jadikan referensi bersama.

Jika di negara-negara maju, penyelenggaraan pendidikan telah membuktikan hasil nyata. Dalam beberapa abad terakhir ini perkembangan pendidikan mengalami kemajuan pesat dan spektakuler terutama dalam hal rekayasa ilmu pengetahuan dan teknologi. Mendorong kehidupan masyarakat menjadi tangguh dan berkecukupan. Segala kebutuhan hidup bermasyarakat dapat terpenuhi secara lebih mudah dalam waktu yang cepat dan praktis. Era teknologi dan perindustrian, sebagai salah satu cermin kemajuan pendidikan kontemporer.

Terlepas dari arah kajian dalam buku ini, penulis mengingatkan kepada para praktisi pendidikan pada khsusunya dan seluruh pembaca pada umumnya akan pentingnya perbaikan dan pembenahan konsep dan sistem pendidikan kontemporer. Mengingat pendidikan adalah sebuah investasi yang sangat penting bagi masa depan bangsa ini. Menjadi sebuah bangsa yang maju dan berpendidikan serta bermoral. Arah pendidikan saat inilah yang harus mampu mencetak insan pendidikan secara manusiawi dan juga berintelektual tinggi. Sebuah mimpi kita semua tentunya dan bukan sekedar utopia kita belaka. Semoga!

*) Ahmad Makki Hasan
Mahasiswa Program Pascasarjana UIN Malang, Guru SMA Negeri 1 Kota Malang & Aktif di LSM MP3 (Masyarakat Peduli Pelayanan Publik).
.

Iklan