Oleh: Ahmad Makki Hasan
085755750111 / ahmadmakkih@gmail.com
(Guru SMA Negeri 1 Kota Malang)

Beberapa pekan terakhir ini siswa disibukkan dengan agenda tryout sebagai bagian dari persiapan menjelang ujian nasional. Utamanya bagi siswa yang berada dibangku kelas 6 (SD), 9 (SMP) dan 12 (SMA/SMK), tryout menjadi agenda rutinitas pada setiap tahunnya. Kegiatan tryout tidak hanya diselenggarakan oleh pihak internal sekolah saja, tapi juga digelar oleh lembaga-lembaga bimbingan belajar dan dinas pendidikan setempat.

Bahkan beberapa stakeholder pendidikan di masyarakat tidak mau ketinggalakan untuk melaksanakan agenda try out ini. Sebut saja beberapa universitas hingga surat kabar harian seperti halnya Radar Malang (Jawa Pos Group) gencar melaksanakan berbagai program semacam ini.

Sebenarnya tidak ada yang salah dalam setiap penyelenggaraan tryout bagi siswa dalam setiap tahunnya. Mengingat ada banyak manfaat yang dapat diambil dari program tryout ini. Namun, dari berbagai manfaat itu setidaknya ada dua hal yang harus menjadi perhatian berbagai pihak. Dua hal inilah yang sebenarnya perlu mendapat perhatian khusus dalam setiap penyelenggaraan tryout. Bila perlu harus ada acuan bersama yang harus diketuhui oleh semua pihak (utamanya siswa dan guru) agar kedua hal ini bisa dicapai dalam setiap penyelenggaraannya.

Pertama, momentum tryout harusnya menjadi acuan untuk memberikan kematangan secara akademik kepada para siswa sekaligus mengukur penguasaan materi yang telah diberikan oleh guru kepada siswanya berdasarkan SKL dan kisi-kisi ujian nasional. Hal ini sangat penting mengingat siswa akan menghadapi ujian nasional dalam waktu dekat yang akan datang.

Siswa dan guru dapat memanfatkan nilai hasil tryout yang ditelah diperoleh untuk melakukan refleksi. Mengetahui tingkat kemampuan siswa untuk kemudian bisa mengoreksi kekurangan siswanya. Memberikan perhatian khusus pada beberapa materi yang dirasa perlu mendapatkan pengayaan dan pendalaman materi, menyiapkan beragam strategi, memetakan kemampuan siswa hingga latihan secara lebih intensif. Sehingga siswa akan meningkatkan proses pembelajarannya lagi agar hasil yang didapat sesuai dengan harapan.

Mengetahui kematangan akademik dari hasil tryout juga dibutuhkan bagi siswa dan orangtua untuk menentukan langkah-langkah berikutnya. Mulai dari mempola kegiatan belajar siswa di rumah hingga menerka-nerka atau memprediksi dalam memilih lembaga pendidikan pada jenjang sekolah atau universitas (jenjang yang lebih tinggi) yang akan dibidiknya. Siswa dan utamanya orangtua harus memahami berbagai implikasi dari hasil tryout ini dari sisi kematangan akademik secara arif dan bijaksana.

Kedua, agenda tryout ini dapat menjadi sarana menumbuhkan sikap kejujuran. Tujuan ini dapat berjalan dengan maksimal jika direncanakan dengan baik. Ada beberapa faktor yang harus dipenuhi agar siswa bersikap jujur utama dalam pelaksanaan tryout itu sendiri maupun ujian nasional. Harus tertanam rasa sifat percaya diri dan tanggungjawab dalam diri siswa. Kedua sifat itu harus terbangun terlebih dahulu dalam diri siswa agar siswa benar-benar dapat bersikap jujur. Perlu adanya motivasi dan dukungan secara maksimal baik dari guru, kepada sekolah, orangtua hingga teman-temannya.

Menanamkan sikap jujur dalam diri siswa merupakan sebuah hal yang sangat berharga. Kejujuran yang ada dalam diri siswa akan menjadi sebuah bekal utama dalam meraih keberhasilan yang hakiki. Sedangkan bagi guru dan orangtua hal tersebut jauh lebih berharga dari pada lainnya karena dengan keberhasilan menanamkan kejujuran kepada diri siswa merupakan sebuah kebanggaan yang tidak ternilai harganya.

Kematangan akademik dan sikap kejujuran melambangkan prestasi akademik dan non akademik. Agenda tryout juga dapat menguji dan mengukur kebehasilan pendidikan akan kedua faktor manfaat utama ini. Sehingga program tryout siapapun penyelenggaranya dapat memperhatikan kedua tujuan dan manfaat ini agar agenda ini tidak sekedar menjadi rutinitas tahunan dan kegiatan cememonial belaka.

Semoga agenda tryout menjelang ujian nasional yang berupaya mengasah keterampilan siswa dalam mengerjakan soal-soal ujian dapat berhasil secara maksimal. Diiringi dengan doa dan ikhtiar; ujian nasional tahun ini akan menjadi momentum keberhasilan bagi seluruh siswa yang akan menghadapinya menuju lulusan yang berprestasi dan jujur. Amin.

 

*) Artikel ini telah dimuat di rubrik Ruang Guru harian Radar Malang (Jawa Pos Group) Senin, 21 Maret 2016