Renungan


Ahmad Makki Hasan
Guru di SMA Negeri 1 Kota Malang
ahmadmakkih@gmail.com

METODE pembelajaran dengan model digital, e-learning, daring, online, dan banyak istilah baru lainnya terus berkembang dan menjadi kebutuhan di dunia pendidikan kontemporer. Fenomena ini terjadi seiring munculnya beragam inovasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Telkom Indonesia bersinergi dengan program pemerintah di bidang pendidikan terpanggil membantu pendidik di tanah air agar memiliki kompetensi khusus di bidang TIK.

Kontribusi nyata dalam mengoptimalkan pembelajaran peserta didik yang diwujudkan dalam Indonesia Digital Learning (IDL). Tahun 2016 ini IDL masuk tahun ketiga ditandai dengan seminar di delapan kota besar sekaligus.

Di Surabaya, seminar IDL 2016 digelar Kamis-Jumat, 21-22 April 2016 di Hotel Garden Palace Surabaya yang dihadiri 300 peserta pendidik se Jawa Timur yang lolos seleksi. (lebih…)

Oleh: Ahmad Makki Hasan
085755750111 / ahmadmakkih@gmail.com
(Guru SMA Negeri 1 Kota Malang)

Beberapa pekan terakhir ini siswa disibukkan dengan agenda tryout sebagai bagian dari persiapan menjelang ujian nasional. Utamanya bagi siswa yang berada dibangku kelas 6 (SD), 9 (SMP) dan 12 (SMA/SMK), tryout menjadi agenda rutinitas pada setiap tahunnya. Kegiatan tryout tidak hanya diselenggarakan oleh pihak internal sekolah saja, tapi juga digelar oleh lembaga-lembaga bimbingan belajar dan dinas pendidikan setempat.

Bahkan beberapa stakeholder pendidikan di masyarakat tidak mau ketinggalakan untuk melaksanakan agenda try out ini. Sebut saja beberapa universitas hingga surat kabar harian seperti halnya Radar Malang (Jawa Pos Group) gencar melaksanakan berbagai program semacam ini. (lebih…)

Oleh: Ahmad Makki Hasan*)

Tidak terlalu berlebihan, tetapi demikianlah faktanya, persolan buku teks pelajaran selalu menjadi momok yang selalu menghantam sekolah dan para peserta didik. Setiap tahun ajaran baru, sekolah dan siswa menjadi “pasar empuk” pebisnis buku teks pelajaran. Tak ada yang membantah bahwa buku teks pelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan. Buku teks pelajaran merupakan kebutuhan wajib siswa dan sarana primer penyelenggaraan pembelajaran formal. Buku teks pelajaran merupakan salah satu sumber belajar yang sangat strategis dalam upaya mencerdaskan peserta didik.

Untuk itu, salah satu kebijakan terbaru pemerintah ialah program pengadaan Buku Sekolah Elektronik (BSE). Program yang baru saja diluncuran seiring dengan dimulainya tahun ajaran baru 2008/2009. Suatu bentuk solusi pemerintah untuk mengatasi tingginya biaya buku pendidikan yang dirasa kian membebani orangtua peserta didik selama ini. Bahkan tepat pada tanggal 20 Agustus lalu Presiden SBY secara resmi membagikan pula BSE dalam bentuk cakram CD/DVD. Tak heran kemudian, ketika banyak sekolah bahkan pemerintah daerah mewajibkan penggunaan BSE dalam proses pembelajaran. (lebih…)

Oleh: Ahmad Makki Hasan*)

Judul : Pendidikan Multikultural (Konsep dan Aplikasi)
Penulis : Ngainun Naim dan Achmad Sauqi
Penerbit : Ar-Ruzz Media – Yogyakarta
Cetakan I : Juni – 2008
Tebal : 248 halaman

Pendidikan seutuhnya merupakan hal yang sangat vital. Terlebih bagi pembentukan karakter sebuah peradaban yang selalu mengiringnya. Tanpa adanya pendidikan, sebuah bangsa atau masyarakat tentu tidak akan pernah mendapatkan sebuah kemajuannya. Karena itu, suatu peradaban yang memberdayakan dari sebuah pola pendidikan dalam skala luas akan menghasilkan pendidikan tepat guna dan efektif serta mampu menjawab tantangan zaman. Namun, melihat fenomena dalam pendidikan nasional kita, ternyata pendidikan yang tepat guna itu tidak berjalan dan bahkan mungkin ada yang salah dalam menerapkannya.

Diantaranya, dengan banyaknya peristiwa kekerasan yang terjadi di negeri ini. Kebanyakan dari kita justru tidak peduli atau tidak mau tahu sedikit pun dengan kejadian-kejadian tersebut. Padahal jelas sekali bahwa peristiwa tersebut adalah sangat merisaukan, baik pada tingkat kehidupan  pribadi maupun kehidupan bernegara. Banyak contoh kekerasan yang mengatasnamakan agama atau ideologi tertentu yang berujung pada penyerangan, perusakan, pembakaran, penangkapan hingga intimidasi terhadap seseorang atau kelompok-kelompok tertentu. (lebih…)

sepak-bola.jpg

Oleh: Ahmad Makki Hasan*)

Lagi, lagi dan lagi. Dalam setiap pehelatan laga sepak bola Indonesia, kata risuh seakan-akan tidak pernah absen. Pada pertandingan semi final liga Indonesia Persija – Jakarta vs Sriwijaya – Palembang Rabu, 6 Februari 2008 lalu, para suporter bola mania Indonesia kembali menunjukkan kebiasaannya. Akibat kekalahan tim kesayangannya, tak lupa mereka berbuat ulah dan onar untuk melampiaskan kekecewaannya. Tepat sebulan yang lalu, yakni tanggal 8 Januari 2008, kasus yang sama juga terjadi pada pertandingan perempat final liga Indonesia antara Persik – Kediri dan Arema – Malang. Dan masih banyak lagi kejadian serupa  lainnya.

Sikap ricuh para pendukung tim kesayangan yang sering dikenal dengan suporter mania ini memang memiliki kebiasaan tersendiri. Sebuah kebiasaan yang hanya ada di Indonesia dalam olah raga yang banyak digandrungi di seluruh dunia, Sepak Bola. Walau ada tapi sangat jarang, kebiasaan para suporter yang ber-ulah atas kekalahan tim kesayangannya. Mulai dari membuat kegaduhan, saling cemooh antar pendukung hingga saling lempar yang berbuntuk anarkis. (lebih…)