Bahasa & Sastra


برنامج العربية على الإنترنيت

Program Pembelajaran Bahasa Dalam Jaringan (Arab Online) برنامج العربية على الإنترنيت

يعد برنامج العربية على الإنترنت (Arabic Online) حدثا مهما ومنعطفا مختلفا في تاريخ تعليم اللغة العربية لغير الناطقين بها وتعلمها، وسيُفضي إلى نمط وثقافة جديدين أطلقته الجامعة السعودية الإلكترونية خدمة للغة العربية تعلم اللغة العربية أصبح الآن عبر هذا البرنامج متاحا في أي مكان وزمان

#arabiconline
#SEU
#saudielectronicuniversity
#arabic_day
#الجامعة_السعودية_الإلكترونية
#اليوم_العالمي_للغة_العربية
#haribahasaarabsedunia
@ahmadmakkihasan
#ahmadmakkihasan

Iklan

PROGRAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB ONLINE

العربية على الإنترنيت (http://www.Arabic-Online.net)

www.Arabic-Online.net-page-001(1)

 

Cover

 

Oleh : Ahmad Makki Hasan*)

Wacana pendidikan karakter belakangan ini banyak diperbincangkan oleh berbagai kalangan. Tidak hanya para pemegang kebijakan dan praktisi pendidikan saja, namun hampir semua elemen masyarakat Indonesia mempersoalkan arah pendidikan nasional selama ini. Berbagai krisis moral yang sedang melanda bangsa Indonesia seperti perilaku korupsi, praktik politik yang tidak bermoral, bisnis yang culas, penegakan hukum yang tidak adil, perilaku intoleran, dan sebagainya lantara arah pendidikan kita yang tidak memiliki semangat kebangsaan yang berkeberadaban.

Pendidikan memang merupakan hal yang sangat vital. Terlebih bagi pembentukan karakter sebuah peradaban. Tanpa pendidikan, sebuah bangsa atau masyarakat tentu tidak akan pernah mendapatkan kemajuannya. Karena itu, peradaban yang memberdayakan dari sebuah pola pendidikan dalam skala luas akan menghasilkan pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman. Namun, jika melihat fenomena dalam dunia pendidikan nasional, ternyata pendidikan kita itu tidak berjalan sebagaimana mestinya dan bahkan mungkin ada yang salah dalam penerapkannya. (lebih…)

Oleh: Ahmad Makki Hasan*

Perbincangan mengenai peningkatan SDM semakin sering kita dengar. Dimulai dari hal-hal yang bersifat mendasar hingga istilah Human Capital dan Brain Drain . Tidak hanya diberbagai organisasi profit tentunya, namun secara lebih luas kualitas SDM manusia Indonesia kini mulai dipertanyakan oleh banyak kalangan. Karena  memang potensi SDM menentukan bagaimana kemampuan diri manusia dapat mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan.

Dengan bergulirnya arus globalisasi dalam beberapa dekade terakhir ini tentu sedikit banyak telah menambah masalah baru tentunya bagi dunia pendidikan. Khususnya di tanah air yang memang belum memantapkan diri dalam dunia baru arus pendidikan saat ini. Bagaimana tidak, di satu sisi sistem pendidikan yang diterapkan harus perimplikasi pada jiwa nasionalisme peserta didik. Sedangkan di sisi yang lain, hajat pemenuhan kebutuhan pendidikan global harus ditanamkan pula. Agar para lulusannya dapat berfungsi secara efektif dalam kehidupan masyarakat dunia tidak hanya di tanah air. (lebih…)

Oleh: Ahmad Makki Hasan*)

Festival Malang Kembali (FMK) atau juga dikenal dengan Malang Tempo Doeloe (MTD) adalah agenda tahunan yang ditunggu-tunggu masyarakat Malang pada khususnya dan masyarakat Jawa Timur bahkan seluruh rakyat Indonesia pada umumnya. Utamanya bagi mereka yang mempunyai kepedulian pada sejarah dan budaya lokal. Sebuah kegiatan yang tidak hanya memberikan nuansa hiburan pada rakyat, gelar kuliner tempo dulu, ajang temu antik, ajang fashion tempo dulu bahkan barang-barang bersejarah namun juga menjadi ajang pembelajaran budaya dan sejarah dihadirkan dalam kegiatan ini.

Sebuah kegiatan yang jarang diadakan atau bahkan tidak pernah ada di daerah-daerah lain kecuali hanya dapat ditemukan di Kota Malang, Kota Bunga sekaligus Kota Pendidikan Internasional ini. Acara yang mengemas secara apik dan menarik potret sejarah dengan berbagai budaya lokal bangsa dan rakyat Indonesia, khususnya yang berada di Malang Raya. Menghadirkan kembali ikon budaya lokal dan sejarah bangsa Indonesia secara umum yang kini tengah dirongrong oleh perkembangan zaman yang begitu cepat dari waktu ke waktu. (lebih…)

cover-buku-hugo-chavez-vs-amerika-serikat.jpg

Oleh: Ahmad Makki Hasan*)

Judul  : Hugo Chavez Vs Amerika Serikat
Penulis  : Nurani Soyomukti
Penerbit  : Garasi – Yogyakarta
Cetakan I  : Februari – 2008
Tebal  : 132 halaman

“Jika imperialisme AS berhasil mengonsolidaikan dominasinya,
maka umat manusia tidak mempunyai masa depan.
Oleh karenya, kita harus menyelamatkan umat manusia
dan mengakhiri imperialisme AS” (Hugo Chavez)

Pemimpin Venezuela itu kini gencar-gencarnya membangun kekuatan baru. Setelah Kim II-Sung, Deng Xiaoping, Peron, Nikita Khrushchev dan Broz Tito meninggal serta baru-baru ini pemimpin “diktator” Kuba, Fidel Castro, meletakkan jabatannya, kini dialah yang menjadi satu-satunya yang tengah eksis dan menjadi penentang kekuasaan hegemonik dalam konstelasi perpolitikan dunia. Seakan-akan pemimpin revolusioner itu merupakan penjelmaan Napoleon, Hitler dan Stalin pada abad ini. (lebih…)