makki-joss.jpg 

Ahmad Makki Hasan, dilahirkan dari pasangan suami-istri yang bernama H. Hasan Hamid, BA. dan Hj. Zubaidah. Pemberian nama dengan tiga kata inipun penuh akan nuansa filosofis yang amat dalam. Di tiap-tiap kata yang diberikannya memiliki makna sangat penting untuk selalu dijadikan pegangan dalam hidup.

Ahmad diambilkan dari salah satu nama Nabi Muhammad SAW. Dengan kebetulan ia dilahirkan pada hari dimana Nabi Muhammad SAW juga dilahirkan. Tepatnya pada hari Senin, 19 Maret 1984 seorang bayi laki-laki ini lahir dengan penuh keharuan dan kebahagiaan.

Makkah Al-Mukarroham – Saudi Arabiyah adalah tempat kelahirannya. Seorang yang tentunya dengan penuh kebanggaan dapat dilahirkan di sebuah kota suci umat Islam ini. Tidak heran kata yang kedua diberikannya adalah Makki.

Kata yang ketiga atau yang terakhir adalah Hasan. Sebagaimana lumrahnya dalam adat kita di Indonesia atau bahkan di banyak negara ialah mencantumkan nama ayahandanya di masing-masing akhir sebuah namanya. Sehingga terkumpullah nama Ahmad Makki Hasan menjadi harta pertamanya.

Pada perjalanan hidupnya, seorang yang dibiasakan dipanggil dengan Makki ini kembali ke tanah air kedua orang tuanya – Indonesia. Sejak usia tiga setengah tahun pada tahun 1987, di RT. 5 RW. 4 Kelurahan Semampir – Kecamatan Kraksaan – Kabupaten Probolinggo – Jawa Timur lah ia melanjut langkah-langkah dalam meniti hidupnya.

Sebagaimana anak-anak lumrahnya, pendidikan Taman Kanak-kanak atau biasa disingkat dengan TK menjadi awal pendidikan formalnya. TK Kusuma adalah nama sebuah TK dimana ia mulai mendapat ilmu yang diberikan oleh guru sejak tahun 1988. Guru adalah sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang telah sangat berjasa terhadap hidupnya sekarang.

Dilanjutkan mengeyam pendidikan dasar di sebuah sekolah swasta yang bernama Madrasah Ibtida’iyah Nasyiatul Ulum (MINU) Kraksaan pada tahun 1990-1996. Namun sedikit berbeda, untuk menambah pengalaman ia selalu berpindah-pindah. Menginjak kelas 2 SD ia belajar di SDN 1 Semampir Kraksaan dan di SDN 2 Jatiurip Krejengan adalah sekolah dasarnya ketika menginjak kelas 3. Dan sejak kelas 4 hingga lulus ia kembali ke sekolah asalnya, MINU.

Pada jenjang pendidikan lanjutnya ia nyantri di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo. Sebuah pondok pesantren yang masih tergolong salaf namun juga tidak kalah dalam hal ipteknya. Terhitung sejak tahun 1996 hingga tahun 2002 ia menghabiskan waktunya sekedar untuk mendalami pendidikan agama. Dengan masuk di Madrasah Tsanawiyah Zainul Hasan 1 (MTs ZAHA 1) dan Madrasah Aliyah Zainul Hasan (MA ZAHA 1) ia melanjutkan pendidikan formalnya.

Saat-saat inilah, ia memantapkan diri mulai dari kepribadian hingga kemandirian. Termasuk dalam hal TI (Teknologi Informasi). Sejak menginjak kelas 3 MTs telah mengikuti berbagai program yang ada. Termasuk di Lembaga Keterampilan Komputer (LKK). Selang beberapa waktu telah dipercaya menjadi salah satu tutornya. Ketika di kelas 2 Aliyah sempat menjadi pemimpin redaksi sebuah Majalah Dinding. MADINAH adalah nama mading tersebut. Singkatan dari Majalah Dinding Anak Aliyah.

Memasuki usia akhir remaja dan awal dewasa, pada tahun 2002 berhijrah atau melancong ke kota bunga Malang. Kota yang kini lebih dikenal sebagai kota pendidikan, bahkan sempat mendeklarasikan sebagai kota pendidikan internasional. Berbekal pengetahuan dan pengalaman sebelumnya, ia memberanikan diri untuk belajar di sebuah universitas. Dulu dikenal dengan STAIN Malang namun kini sebagai UIN Malang.

Pendidikan kesarjanaan yang ditempuhnya tiada lain ialah di jurusan Bahasa dan Sastra Arab pada Fakultas Humaniora dan Budaya UIN Malang. Mendapat gelar sarjana S-1 (S.Hum) setelah 4 tahun tepat mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Lulus dengan amat memuaskan dengan judul skripsi “Penerjemahan Kosakata Arab yang Memiliki Unsur Budaya (Telaah pada Novel ‘Qutraat min Ad-Dumuk’ karya Samiroh Binti Jazirah Al-Arabiyah yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia)”.

Ia juga menyempatkan diri untuk mengambil program Akta (Mengajar) IV di Fakultas Tarbiyah UIN Malang. Diselesaikannya tepat bersamaan dengan selesainya prgoram S-1 Bahasa dan Sastra Arab di Fak. Humaniora dan Budaya UIN Malang. Sekedar menambah bekal pendidikan formalnya dalam menghadapi persaingan hidup yang penuh kompetitif seperti saat ini.

Tidak sekadar kuliah, ia juga aktif dalam setiap organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan. Seperti di organisasi kedaerahan. Sebagai salah satu mahasiswa yang berasal dari Probolinggo tentu secara otomatis bergabung di AMIPRO (Asosiasi Mahasiswa Islam Probolinggo). Organisasi daerah probolinggo yang ada di lingkungi UIN Malang.

Selain itu, ia menggeluti salah satu organisasi ekstra. Ialah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Keaktifan dan kesungguhan dalam berorganisasinyalah membuatnya sempat menjabat di susunan kepengurusan di tingkat rayon, komisariat dan cabang kota Malang.

Setelah genap setahun menjadi anggota dan kader PMII di Rayon “Perjuangan” Ibnu Aqil (Rayon Sastra), ia ditetapkan sebagai pengurus di tahun keduanya. Berposisi sebagai koordinator Departemen Jurnalistik. Setelah dapat membuktikan kemampuan dan ke”fanatik”annya di PMII ia dipercaya menjadi Ketua PMII Rayon “Perjuangan” Ibnu Aqil masa juang 2004-2005.

Pada tahun berikutnya, setelah kandas dalam pemilihan Ketua PMII Komisariat Sunan Ampel UIN Malang, ia dipercaya untuk menjadi wakil satu bidang pengkaderan. Dan pada periode 2006-2007 di angkat menjadi Sekertaris Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan) PMII Cabang Kota Malang.

Di lain itu, ia juga bergelut di dunia organisasi intra kampus – UKM (Unit Kegiatan Mahasiwa). Ialah Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa (LKP2M UIN Malang) menjadi ajang kreatifitasnya. Terutama dalam hal tulis-menulis dan penelitian. Setelah menjadi anggota setahun, dipercaya menjadi Koordinator Biro Penelitian dilanjutkan sebagai Kepala Bidang Keorganisasian pada periode berikutnya. Pada periode 2005-2006 menjabat di puncak kepengurusan. Yakni sebagai Direktur LKP2M UIN Malang.

Tidak heran, berbekal skill yang diperoleh dari organisasinya yang satu ini, ia dapat menelorkan berbagai karya di bidang tulis-menulis. Karya-karya penelitian yang dihasilkannya telah mewarnai berbagai event dan jurnal. Baik dilingkup kampus UIN Malang maupun diluar. Materi berupa sepeser rupiah atau yang lainnya pun ia peroleh dengan penuh bangga.

Bahkan hingga sekarang, tulisan berupa artikel, opini, resensi dan lain sebagainya telah banyak mewarnai media cetak. Mulai yang berskala daerah hingga nasional. Sebut saja, Media Indonesia, Seputar Indonesia (SINDO), Jawa Pos, Surya, Duta Masyarakat, Malang Post, Koran Pendidikan dan lain sebagainya. Satu lagi ketika ia sebagai mahasiswa S-1, pada tahun 2006, ia sempat terpilih menjadi satu diantara 10 mahasiswa yang dinobatkan sebagai mahasiswa penulis artikel terbaik dan terbanyak oleh Departemen Agama RI untuk kategori media massa daerah, nasional maupun internasional.

Dalam masa empat tahun dalam pendidikan kesarjanaannya, ia tidak lupa pula untuk menambah pengetahuan keagamaan. Dengan nyantri di Pondok Pesantren Nurul Huda. Pesantren yang diampu oleh seorang alim ulama’ di Jawa Timur ini. Ialah KH. Masduqi Mahfud adalah pengasuh yang sekaligus sebagai Ketua Suriyah PWNU Jatim. Juga menjadi “Musyrif” (pengurus Ma’had Sunan Ampel Al-Ali UIN Malang) pada akhir perjalanannya dalam program S-1 di UIN Malang.

Kini, (sejak Agustus 2007) ia melanjutkan pendidikannya di program pascasarjana UIN Malang. Pendidikan Bahasa Arab menjadi pilihan dalam sebuah studi program magister (S-2) nya sekarang. Selain itu beragam aktifitas lain seakan semakin melekat dan penuh serta teramat sayang ketika masih ada waktu luang. Namun dilaksanakannya dengan penuh keuletan dan tanggungjawab.

Selepas lulus dari S-1 dan Akta (Mengajar) IV, ia langsung menerima kesempatan untuk menjadi guru di sebuah sekolah favorit di Kota Malang. Adalah SMA Negeri 1 Kota Malang menjadi tempat berlabuh pertamanya setelah banyak mendapat pengetahuan dan pengalaman. Tidak beberapa lama, ia juga diterima untuk mengajar di SMA “Boarding School” Ar-Rohmah. Tepatnya di Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Bahkan sejak akhir tahun 2007 ini ia juga percaya untuk menjadi salah satu tentor di Lembaga Bimbingan Belajar (LBB. PRIMAGAMA) Cabang Kota Malang.

Tepat pada hari Selasa, 6 November 2007 lalu, dengan penuh bahagia ia resmi menjadi suami dari istri yang telah lama dicintai dan diincarnya. Ialah Qurroti A’yun yang sebenarnya juga berasal dari almamater yang sama sejak dari Aliyah. Mahasiswi lulusan UIN Malang pada Fakultas Tarbiyah menjadi tempat curhat dan berbaginya saat ini. Juga bersama-sama melanjutkan program magister namun di Prodi yang berbeda (Manajemen Pendidikan Islam).

Setelah melangsungkan akad nikah di rumah sang istri (Kec. Pasirian Kab. Lumajang) ia dan istri tersayang menetap di Jl. Joyosuko Gang Metro II No. 41A2 Merjosari Lowokwaru Malang. Berbekal rumah kontrakan yang sederhana mencoba untuk membangun bahtera keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Di saat-saat ini sedang menunggu kehadiran sang buah hati!

Untuk memantapkan kesiapan kehadiran sang buah hati, ia bersama sang istri juga tidak lupa untuk bergelut di dunia waralaba. Selain aktivitasnya sebagai guru dan tentor, dalam beberapa bulan ini, ia juga membuka usaha kecil-kecilan di rumah kontrakannya yang mungil.

Ia dapat dihubungi dan senang untuk dapat bersilaturrahmi dengan siapapun. Berkunjung sebagaimana alamat di atas atau melalui telephone selulernya di nomor 081334672119. Dengan alamatnya email ahmadmakkih@yahoo.com atau juga bisa via situs pribadinya ini (blog) ahmadmakki.wordpress.com.

10 Tanggapan to “Tentang Saya”

  1. Yamin Says:

    Bagus situs blogmu, semoga ini menjadi awal yang baik dalam meramaikan dunia maya. Aku tadi baca profilmu, sepertinya mau jadi bapak ya, selamat, semoja jadi bapak yang baik hati sama anak dan istri tercintanya. sering-seringlah juga bergabung dengan situs blog teman-teman jogja pula, ok…

  2. syaiful Says:

    salut. di usia muda, mas makki sudah tergolong matang. termasuk soal keluarga. hehe. terus terang, saya suka bersahabat dengan siapapun, termasuk dengan mas makki. mari kita saling berbagi… terima kasih.

  3. Musthafa Says:

    Halo mas Makki. Lagi sibuk apa neh. Semoga cepat jadi ayah. Jadi ayah yang baik ya. Hehe

  4. aal Says:

    membaca profilmu, aku tertegun, walau sejenak. salam.

  5. Abd. Qadir Muslim Says:

    tasyakurannya buat tulisan yang masuk di forum kompas, jangan cuma menghadiri tasyakurannya teman-teman UKM. aku tunggu. ada salam dari mas majid

  6. hieda Says:

    makki…kalo anaknya jadi lahir tanggal 17 ntar dia tak panggil EKAAA..!!! dari kata MERDEKAAAA…
    tolong dijagain sobatku…

    jarak dan waktu emang uda buat qta jauh tapi tak sedikitpun aq lupa bahwa kalian adalah sahabat terbaikku

    so don’t forget Error4 ok…

  7. Edi Purwanto Says:

    saluuut buat kamu
    semoga tetap produktif untuk berkreativitas ya..

    salam

    edhenk


  8. haiiiiiiiiiiiiiiiiii ki?
    Numpang masuk yeee……..

  9. fadila Says:

    ust,,,,is the best,,,
    pngen bisa kaya ust,,,,
    jangan cpek” untuk memotivasi ya ust,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s