Oleh: Ahmad Makki Hasan**

Riyadhus Shalihin yang artinya taman orang-orang shalih merupakan salah satu kitab karya Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawy ad-Dimasyqy (631-676 H). Imam Nawawi sebutan populernya, termasuk dalam jajaran ulama besar di abad ke-7 Hijriah. Beliau dikenal sangat ‘alim, zuhud, wara’, qana’ah dan berwibawa. Seorang ulama besar dalam fiqih mazhab Imam Syafi’i yang telah mencapai derajat yang tinggi yaitu mujtahid fatwa. Karya-karya beliau mendapatkan sambutan yang luar biasa dari para ulama di seluruh dunia. Selain kitab dalam bidang hadits ini, karya-karya beliau lainnya membahas seputar fiqih, akhlak dan bahasa. Bahkan di Indonesia sendiri, khusus kitab Riyadhus Shalihin sangat masyhur dan menjadi salah satu kitab wajib di seluruh pesantren.

Dalam kitab ini, Imam Nawawi mengambil materinya dari kitab-kitab sunnah terpercaya yang dikenal dengan kutubussittah (enam kitab hadits utama) yaitu Shahihain (Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim), Sunan An-Nasa’i (As-Sunan As-Sughra), Sunan Abu Dawud, Sunan (Jami) At-Tirmidzi dan Sunan Ibnu Majah. Beliau menyatakan tidak memasukkan ke dalam kitabnya ini kecuali hadits-hadits yang shahih. Bahkan beliau pun menunaikannya sehingga tidak didapatkan hadits yang lemah kecuali sedikit. Itupun menurut pandangan dan ilmu beliau adalah termasuk hadits shahih pula. (lebih…)

Iklan

Oleh: Ahmad Makki Hasan**

Istilah santri dan kiai merupakan kata yang tidak asing di dunia pesantren. Bahkan tiga term kata ini (santri, kiai dan pesantren) menjadi hal yang sangat populer bagi masyarakat Indonesia utamanya di tanah Jawa. Bahkan jauh sebelum berdirinya bangsa Indonesia, santri dan kiai sudah turut andil dalam membangun peradaban dan pendidikan masyarakat di Indonesia. Tidak heran jika peran kaum santri dan kiai dalam mendirikan, memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia telah banyak tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa ini.

Sudah banyak diketahui bahwa kata “Santri” dalam berbagai bahasa yang telah diserap dalam bahasa Indonesia mengandung makna kaum terpelajar. Sedangkan “Kiai” adalah gelar dari masyarakat yang diberikan karena keluasan dan kedalaman ilmunya, serta karena pengabdiannya untuk masyarakat di sekelilingnya. Adapun “Pesantren” adalah sebuah pendidikan tradisional para santri , belajar di bawah bimbingan seorang kiai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap. (lebih…)

AHMAD MAKKI HASAN (IDUL FITRI 1438 H)

Program Pembelajaran Bahasa Arab Dalam Jaringan

 

Program Pembelajaran Bahasa Arab Dalam Jaringan (Arab Online)  برنامج العربية على الإنترنيت  

Program Bahasa Arab Dalam Jaringan (Arab Online)  برنامج العربية على الإنترنيت adalah program utama yang diselenggarakan secara online dan merupakan titik balik dalam sejarah pengajaran Bahasa Arab kepada penutur asing. Program ini merupakan model pembelajaran baru yang ditawarkan oleh Saudi Electronic University untuk mengajarkan bahasa Arab. Saya dapat mengatakan lebih lanjut lagi bahwa program ini membuat belajar bahasa Arab sebagai bahasa asing dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, di seluruh dunia. Dengan keunggulan program tersebut, keindahan bahasa Arab dapat dinikmati di seluruh dunia.

#arabiconline
#SEU
#saudielectronicuniversity
#arabic_day
#الجامعة_السعودية_الإلكترونية
#اليوم_العالمي_للغة_العربية
#haribahasaarabsedunia
@ahmadmakkihasan
#ahmadmakkihasan

برنامج العربية على الإنترنيت

Program Pembelajaran Bahasa Dalam Jaringan (Arab Online) برنامج العربية على الإنترنيت

يعد برنامج العربية على الإنترنت (Arabic Online) حدثا مهما ومنعطفا مختلفا في تاريخ تعليم اللغة العربية لغير الناطقين بها وتعلمها، وسيُفضي إلى نمط وثقافة جديدين أطلقته الجامعة السعودية الإلكترونية خدمة للغة العربية تعلم اللغة العربية أصبح الآن عبر هذا البرنامج متاحا في أي مكان وزمان

#arabiconline
#SEU
#saudielectronicuniversity
#arabic_day
#الجامعة_السعودية_الإلكترونية
#اليوم_العالمي_للغة_العربية
#haribahasaarabsedunia
@ahmadmakkihasan
#ahmadmakkihasan

PROGRAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB ONLINE

العربية على الإنترنيت (http://www.Arabic-Online.net)

www.Arabic-Online.net-page-001(1)

 

Cover